Sabtu, Mei 2, 2026
Google search engine
الرئيسيةBeritaMantan Bupati Sampang Tidak Hadir, Acara Halal Bihalal Dan Harlah Ke 64...

Mantan Bupati Sampang Tidak Hadir, Acara Halal Bihalal Dan Harlah Ke 64 PC IKA PMII Sampang

Informasi-Realita.Net, Sampang — Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Sampang, mengelar acara Halal Bihalal Hari Lahir ke 64 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Cafe NikiKopi, Jalan Wijaya Kusuma Sampang. Sabtu (20/4/2024)

Dalam acara tersebut, Panitia penyelenggara telah mengundang tiga sosok figur penting di Kabupaten Sampang diataranya, Mantan Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur KH. Muhammad Muafi dan Mantan Bupati Sampang H Slamet Junaidi.

Anehnya, dari tiga sosok yang di undang oleh panitia acara tersebut, satu diantara tiga orang tersebut tidak hadir yaitu Mantan Bupati Sampang H Slamet Junaidi.

Menurut Hasan Rohmat selaku Ketua Panitia saat dikonfirmasi membenarkan bahwa mantan Bupati Sampang tidak hadir.

“Ketidak hadiran H Slamet Junadi, kami kurang paham alasan pasti dirinya tidak hadir. Sebelumnya kami selaku Panitia telah mengundang tiga sosok penting di Kabupaten Sampang ke rumah masing-masing, dan yang hadir hanya dua sosok penting saja”, ucapnya pada wartawan media ini.

Hasan menambahkan, tujuan acara adalah untuk menyambung, mempererat dan memperkokoh tali silaturrahim dan persaudaraan diantara kita. Selain itu juga untuk saling maaf memaafkan diantara kita sesama manusia(satu sama lain). Karena halal bihalal merupakan sebuah media untuk mengembalikan kekusutan hubungan persaudaraan dan menyambung apa-apa yang tadinya putus menjadi tersambung kembali. dengan cara saling memaafkan satu sama lain.

Harapan kami untuk menyambung hubungan yang putus, mewujudkan keharmonisan dari sebuah konflik, dan berbuat baik secara berkelanjutan. Karena Al-Qur’an tidak hanya menuntut seseorang untuk memaafkan orang lain, tetapi juga lebih dari itu yakni berbuat baik terhadap orang yang pernah melakukan kesalahan kepadanya, ujarnya.

“Halal bihalal tidak hanya sekadar saling memaafkan, tetapi mampu menciptakan kondisi di mana persatuan di antar-anak bangsa tercipta untuk peneguhan negara. Sebab itu, halal bihalal lebih dari sekadar ritus keagamaan, tetapi juga kemanusiaan, kebangsaan, dan tradisi yang positif karena mewujudkan kemaslahatan bersama”, tandasnya.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!