Informasi-realita.net-Ajang Jatim Expose SMK SMA Jatim 2026 menjadi momentum penting bagi sekolah vokasi di Jawa Timur untuk menunjukkan kualitas serta kesiapan siswanya dalam menghadapi perkembangan industri modern. Dalam kegiatan tersebut, SMKN 1 Madiun melalui kompetensi keahlian Teknologi Konstruksi dan Bangunan, khususnya jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), sukses menarik perhatian pengunjung dengan inovasi maket bangunan berbasis teknologi ramah lingkungan.
Maket yang ditampilkan bukan sekadar miniatur bangunan biasa. Karya tersebut telah dilengkapi panel surya sebagai sumber energi alternatif, serta sistem pencahayaan yang dapat dikendalikan melalui aplikasi yang dibuat sendiri oleh siswa. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara jurusan Konstruksi dan jurusan Audio Video, mulai dari tahap perencanaan, desain, hingga realisasi sistem teknologinya.
Salah satu siswa yang terlibat langsung dalam proyek tersebut, Alya Cahaya, mengungkapkan bahwa seluruh proses pengerjaan dilakukan secara mandiri oleh siswa.
“Inovasi yang kami tampilkan di sini adalah maket bangunan berbasis teknologi. Di dalamnya ada panel surya dan lampu-lampu yang bisa diakses melalui aplikasi yang kami buat sendiri. Aplikasinya hasil kolaborasi antara jurusan konstruksi dan jurusan audio video. Jadi semuanya benar-benar kami kerjakan dari nol sampai siap dipamerkan di sini,” ujar Alya.
Menurut Alya, kurikulum Teknologi Konstruksi dan Bangunan di SMKN 1 Madiun terus menyesuaikan perkembangan teknologi konstruksi modern dan kebutuhan pasar. Para siswa dibekali kemampuan desain menggunakan berbagai perangkat lunak, mulai dari AutoCAD untuk gambar 2D, hingga SketchUp dan Enscape untuk visualisasi 3D.
“Di jurusan kami, khususnya DPIB, kami belajar AutoCAD untuk 2D, lalu SketchUp dan Enscape untuk 3D. Kami juga melihat perkembangan pasar dan selera desain yang ada, lalu menyesuaikan dengan inovasi tersebut. Bahkan kami juga membuka jasa desain sebagai bagian dari pembelajaran,” jelasnya.
Sebagai sekolah vokasi, porsi praktik menjadi bagian terbesar dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat siswa lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membuka peluang usaha sendiri di bidang jasa konstruksi dan desain bangunan.
“Karena kami dari jurusan vokasi, tentu lebih banyak praktiknya. Dengan inovasi yang terus berkembang dan semangat dari diri sendiri, kami yakin bisa bersaing. Bahkan bisa selangkah lebih maju dibandingkan yang belum belajar di bidang ini,” tambah Alya dengan optimis.
Konsep bangunan yang ditampilkan juga menekankan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan. Pemanfaatan panel surya menjadi simbol komitmen siswa terhadap penggunaan energi terbarukan dan efisiensi listrik dalam konstruksi modern.
“Bangunan yang kami tampilkan tetap mengusung konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan panel surya, penggunaan listrik jadi lebih efisien dan mendukung energi alternatif,” ungkapnya.
Tak hanya menjadi ajang pamer karya, Jatim Expose juga menjadi pengalaman berharga bagi Alya dan timnya. Ia mengaku bangga dapat memperkenalkan sekolahnya kepada masyarakat luas dan media.
“Saya sangat bangga bisa ada di sini. Ini kesempatan untuk memperkenalkan SMKN 1 Madiun dan jurusan kami ke masyarakat luas. Kami juga bisa bertemu teman-teman baru dan menambah pengalaman,” tuturnya.
Di akhir, Alya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang agar semakin banyak inovasi siswa yang dapat ditampilkan.
“Harapan saya, semoga pameran seperti ini terus diadakan dan tidak berhenti di sini saja. Semoga kami bisa terus berinovasi dan berkembang lebih maju lagi.”
Semangat dan kreativitas yang ditunjukkan Alya Cahaya bersama timnya menjadi bukti bahwa siswa SMK, khususnya di bidang Teknologi Konstruksi dan Bangunan, mampu menghadirkan karya inovatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. (Red)



