Informasi-realita.net-Madiun-Alya, siswi SMKN 1 Madiun, menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai salah satu finalis Duta Anti Korupsi yang digelar oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI Jatim). Ia tampil sebagai perwakilan Kota Madiun di tingkat provinsi, membawa semangat generasi muda dalam menyuarakan pentingnya integritas dan kejujuran sejak dini.
Di lingkungan sekolah, Alya dikenal sebagai siswa yang konsisten berprestasi. Secara akademik, ia mampu mempertahankan nilai yang stabil dan masuk dalam jajaran siswa berprestasi di jurusannya. Dalam berbagai proyek praktik dan kolaborasi antarjurusan, Alya sering dipercaya menjadi koordinator tim karena dinilai teliti, disiplin, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Tak hanya unggul di bidang akademik, Alya juga aktif dalam kegiatan organisasi dan lomba presentasi karya inovasi. Kemampuan public speaking yang dimilikinya membuat ia kerap dipercaya menjadi moderator maupun perwakilan sekolah dalam forum diskusi. Kepercayaan diri dan cara penyampaian yang lugas menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya lolos sebagai finalis Duta Anti Korupsi.
Sebagai finalis, Alya menegaskan komitmennya terhadap gerakan anti korupsi. Ia menyampaikan bahwa perjuangan melawan korupsi harus dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekolah.
“Bagi saya, korupsi bukan hanya soal uang negara yang hilang, tetapi tentang hilangnya kepercayaan.
Generasi muda harus berani berkata jujur, bahkan untuk hal-hal kecil. Integritas dimulai dari bangku sekolah, dari cara kita mengerjakan tugas, dari cara kita memegang amanah,” ujar Alya.
Ia juga menekankan bahwa pelajar SMK memiliki peran penting dalam membangun budaya transparansi dan tanggung jawab.
“Kami dipersiapkan untuk siap kerja dan terjun ke dunia industri. Karena itu, nilai kejujuran harus menjadi fondasi utama. Kalau sejak sekolah kita sudah terbiasa disiplin dan transparan, maka ketika terjun ke masyarakat, kita tidak mudah tergoda melakukan kecurangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Alya berharap gelar finalis Duta Anti Korupsi bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk terus mengedukasi teman sebaya.
“Saya ingin menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter. Duta Anti Korupsi adalah tanggung jawab untuk terus mengajak teman-teman menolak segala bentuk kecurangan,” tegasnya.
Keberhasilan Alya menjadi finalis Duta Anti Korupsi MAKI Jatim menjadi inspirasi bagi siswa SMKN 1 Madiun dan generasi muda di Kota Madiun. Ia membuktikan bahwa pelajar vokasi tidak hanya siap kerja dan siap bersaing, tetapi juga siap menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.



