Google search engine
Informasi-RealitaCuplikan KotaDua Nyawa Melayang Lagi! MAKI Jatim & Laskar Jahanam Murka: Tutup IMASCO...

Dua Nyawa Melayang Lagi! MAKI Jatim & Laskar Jahanam Murka: Tutup IMASCO Sekarang Juga atau Siap-Siap Korban Berikutnya!”

Informasi-realita.net-Surabaya-Senin (13/4/2026) — Kesabaran publik resmi habis. Dua nyawa kembali melayang dalam insiden yang dikaitkan dengan aktivitas pabrik semen IMASCO. Ini bukan lagi sekadar tragedi—ini adalah alarm keras bahwa bahaya nyata sedang dibiarkan terus terjadi.

 

IMASCO kini tak lagi dipandang sebagai perusahaan biasa, melainkan ancaman hidup yang nyata. Julukan “Monster IMASCO” bukan tanpa alasan—karena nyatanya, korban terus berjatuhan dan seolah tak ada yang benar-benar bertanggung jawab.

 

Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo (Heru Maki), melontarkan ultimatum keras tanpa basa-basi.

“Tidak ada kompromi. Tutup IMASCO sekarang juga. Jangan tunggu ada mayat berikutnya!” tegasnya.

 

Heru menyebut, ini adalah bukti telanjang bahwa keberadaan pabrik tersebut bukan hanya memicu polemik lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman langsung terhadap keselamatan manusia. Peringatan demi peringatan dari masyarakat selama ini diabaikan—dan kini nyawa menjadi taruhannya.

 

“Kalau ini masih dibiarkan, berarti ada pembiaran. Dan pembiaran itu sama saja dengan membiarkan orang mati,” lanjutnya dengan nada geram.

 

Tak berhenti di pernyataan, MAKI Jatim memastikan akan turun langsung. Bersama Laskar Jahanam, mereka siap melakukan aksi nyata untuk menghentikan operasional IMASCO.

 

“Kami tidak akan diam! Kami akan bergerak! Ini bukan soal izin, bukan soal investasi—ini soal nyawa manusia!” tegas Heru.

Ketua Laskar Jahanam Jember, Dwi Agus Budiyanto, juga menyatakan kesiapan penuh untuk turun ke lapangan.

 

“Kami di garis depan. Jika pemerintah tetap tutup mata, kami yang akan bertindak. IMASCO harus berhenti—dengan cara apa pun!” ujarnya keras.

 

Gelombang kemarahan kini meluas. Warga, aktivis, hingga tokoh masyarakat bersatu dalam satu tuntutan: TUTUP IMASCO SEKARANG. Tidak ada lagi ruang untuk alasan, tidak ada lagi toleransi untuk kelalaian.

 

Sementara itu, pihak IMASCO masih bungkam. Tidak ada klarifikasi, tidak ada tanggung jawab—di tengah nyawa yang sudah melayang.

 

Kini publik bertanya dengan nada penuh amarah:

 

Berapa banyak lagi yang harus mati sebelum pemerintah bertindak?

Satu hal yang pasti—jika tidak ada langkah tegas hari ini, maka tragedi berikutnya hanya tinggal menunggu waktu.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!