Google search engine
Google search engine
Informasi-RealitaHukrimPolda Jatim Kerahkan Tim Khusus Buru Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan

Polda Jatim Kerahkan Tim Khusus Buru Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan

Informasi-Realita.Net,Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur memperkuat upaya pengungkapan kasus pembunuhan seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (50). Sejumlah tim diterjunkan untuk membantu penyelidikan sekaligus memburu terduga pelaku yang hingga kini masih dalam pelarian.

Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda sekitar sepekan lalu. Polda Jatim memastikan seluruh sumber daya yang diperlukan telah dikerahkan guna mempercepat proses pengungkapan kasus dan penangkapan pelaku.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap penyelidikan yang tengah berjalan.

“Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, salah satu tim telah bergerak melakukan pengejaran ke wilayah arah barat. Namun, kepolisian belum mengungkap secara rinci lokasi operasi karena masih berkaitan dengan kepentingan penyidikan.

“Iya arah barat. Nanti kita akan beritahu lagi kalau hasil ya,” tambahnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengapresiasi keterlibatan langsung Polda Jatim dalam membantu proses pengejaran pelaku. Ia berharap pelaku segera ditangkap sehingga motif di balik pembunuhan tersebut dapat terungkap secara jelas.

“Keluarga berharap pelaku segera ditangkap agar motif pembunuhan dapat terungkap secara terang,” kata Risang.

Risang juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga sempat menerima informasi yang menyebut terduga pelaku diduga melarikan diri ke wilayah Jawa Tengah. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kalau ngomong lari ke Jawa Tengah itu hari Jumat kami sudah dengar isu-isu begitu, pelaku lari ke Solo. Tapi enggak jelas informasinya,” ujarnya.

Dalam proses penyelidikan, keluarga turut menyerahkan sejumlah petunjuk kepada penyidik, termasuk titik lokasi terakhir yang sempat dibagikan korban kepada anaknya melalui fitur berbagi lokasi (share location).

Berdasarkan keterangan keluarga, pada Kamis, 19 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, korban mengirimkan lokasi dari kawasan depan Agro Wisata Dewi Sri, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

“Korban sempat kirim shareloc kepada anaknya Kamis sekitar pukul 20.00 WIB. Shareloc yang dikirimkan berada depan toko buah atau oleh-oleh Agro Wisata Dewi Sri Pujon,” jelas Risang.

Keluarga menduga saat mengirimkan lokasi tersebut korban tidak berada seorang diri, melainkan bersama terduga pelaku. Setelah itu, komunikasi korban dengan keluarga terputus dan baru kembali terjadi pada Jumat malam melalui panggilan video kepada adiknya.

“Setelah dari lokasi itu, enggak ada kontak. Baru besok malamnya pada hari Jumat ada kontak dengan keluarga, video call dengan adiknya,” ungkapnya.

Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku sembari melengkapi alat bukti. Kepolisian juga berupaya mengungkap secara menyeluruh kronologi serta motif yang melatarbelakangi kematian ASN Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut.

Redaksi
Redaksi
“Dream Big, Never Give Up”
RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!