Google search engine
Google search engine
Informasi-RealitaBeritaPengakuan Mahasiswi Lahirkan Bayi Hasil Hubungan Gelap di Kosan Surabaya, Ari-arinya Dipotong...

Pengakuan Mahasiswi Lahirkan Bayi Hasil Hubungan Gelap di Kosan Surabaya, Ari-arinya Dipotong Gunting Bedah

Informasi-realita.net, SURABAYA — ALSU (24) mahasiswi asal Desa Walitelon Utama, Temanggung, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai tersangka oleh Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, atas kasus kekerasan terhadap bayi yang baru dilahirkan.

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan, sebelum bayinya dinyatakan meninggal, tersangka pada Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB mengalami kontraksi di kamar kos nomor dua di kawasan Jalan Gubeng Kertajaya, Gubeng, Surabaya.

“Perutnya merasa mules. Tersangka hanya bisa terbaring di kasur. Siang harinya, air ketubannya pecah dan bayi tersebut keluar sekitar pukul 14.00 WIB,” katanya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Bayi itu kemudian dibiarkan di lantai dan tubuhnya hanya ditutup menggunakan sprei kasur. Keesokan harinya, pada Kamis, 6 Agustus 2026, pemilik kos mendengar ada tangisan bayi yang bersumber dari kamar tersangka.

Pemilik kos itu berinisiatif mengetuk pintu kamar tersangka. Namun tak ada respons. Karena curiga, ia meminta penghuni kos lain untuk mendobrak pintu kamar kos nomor dua tersebut. Mereka dibuat kaget setelah melihat bayi ada di lantai.

“Kemudian tersangka dan bayinya dibawa ke RS Haji Sukolilo Surabaya. Tapi nyawa si bayi tidak tertolong dan meninggal. Hasil autopsi, si bayi mengalami gagal napas dan dehidrasi. Kondisinya waktu itu dilebet pakai sprei,” paparnya.

Sementara pengakuan ALSU, dia ditinggal sang kekasih yang telah menghamilinya sejak Juni 2026, setelah sang kekasih mengetahui bahwa AlSU mengandung jabang bayinya.

“Udah gak komunikasi sejak Juni 2026. Sudah gak pernah ketemu lagi. Tanggung jawab enggak. Enggak komunikatif gitu. Di sini (Surabaya) saya ngekos. Orangtua saya di Jawa Tengah,” akunya.

Dia melahirkan bayi itu tanpa bantuan siapapun alias seorang diri di kamar kos. Setelah bayi lahir, mahasiswi jurusan Kedokteran Hewan di salah satu kampus negeri ternama di Kota Pahlawan itu langsung memotong ari-arinya menggunakan gunting bedah.

“Jam 2 siang itu keluar bayinya. Iya ( bayi dibiarkan di lantai). Ari-arinya tak potong pakai gunting bedah. Saya kuliah jurusan Paramedic Veteriner (kedokteran hewan),” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya gerak cepat mengamankan seorang mahasiswi yang melakukan kekerasan terhadap bayi yang baru dilahirkan hingga meninggal, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Tersangkanya adalah perempuan berinisial ALSU (24) asal Desa Walitelon Utama, Temanggung, Jawa Tengah. Aksi kekerasan itu dilakukan di dalam kamar kosnya, di Jalan Gubeng Kertajaya, Gubeng, Surabaya pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal kecurigaan tetangga kos ALSU yang mendengar suara tangisan bayi di kamar kos nomor 2. Saksi itu kemudian meminta bantuan kepada penghuni kos lain untuk mendobrak pintu kamar kos tersebut.

“Setelah pintu berhasil dibuka, saksi masuk dan menemukan ALSU beserta seorang bayi baru lahir tergeletak atau tidur tanpa alas di lantai kamar,” katanya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!