Google search engine
Google search engine
Informasi-RealitaCuplikan KotaDari Pengunjung Jadi Pemilik Lapak, Ko Andre: SIJF Jadi Etalase Perhiasan Bersertifikat

Dari Pengunjung Jadi Pemilik Lapak, Ko Andre: SIJF Jadi Etalase Perhiasan Bersertifikat

Informasi-realita.net, SURABAYA — Pameran perhiasan bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan, memperkenalkan inovasi, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai batu permata. Hal tersebut terlihat dalam gelaran Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) 2026 yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di Grand Ballroom, Shangri-La Hotel Surabaya.

Memasuki penyelenggaraan ke-29, SIJF kembali menghadirkan pelaku industri perhiasan dari berbagai daerah serta peserta dari luar negeri. Lebih dari 100 peserta pameran turut meramaikan kegiatan yang menjadi salah satu agenda penting bagi industri perhiasan di kawasan Indonesia Timur tersebut.

Salah satu kisah menarik datang dari Ko Andre, perajin sekaligus penjual perhiasan yang kini berhasil berkembang dari pengunjung menjadi pemilik lapak. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pameran dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan memperluas pasar.

“Dulu saya sebagai visitor, sekarang bisa buka lapak sendiri. Saya sangat bersyukur dengan adanya pameran ini,” ujar Ko Andre di sela persiapan pameran, Sabtu (18/10/2026).

Menurut Ko Andre, pameran perhiasan seperti SIJF memiliki peran penting dalam mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen. Kegiatan serupa juga diselenggarakan secara berkala di sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya.

Khusus di Surabaya, pameran tersebut menjadi agenda tahunan yang dinantikan para pelaku usaha maupun masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh dunia perhiasan dan batu permata.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pameran ini adalah keberadaan batu permata natural dengan dokumen sertifikasi yang menyertai produk tertentu. Sertifikasi menjadi informasi penting bagi konsumen untuk mengenali identitas, karakteristik, dan hasil pemeriksaan batu permata yang ditawarkan.

Ko Andre menjelaskan, produk yang dipamerkan mencakup beragam batu permata, termasuk berlian, *precious stone*, dan *semi-precious stone*, dengan variasi jenis, kualitas, serta harga.

Beberapa produk dilengkapi sertifikat dari lembaga pemeriksaan batu permata, termasuk GRS, maupun laboratorium lain yang relevan dengan jenis batu yang ditawarkan. Konsumen tetap disarankan memeriksa penerbit sertifikat dan kesesuaian dokumen dengan batu permata yang dibeli.

“Dengan adanya pameran ini, orang bisa mengetahui jenis-jenis perhiasan yang resmi dari GRI, GGL, GRS, GRE, dan lain-lain. Jadi pembeli tidak ragu karena semua ada sertifikatnya,” jelasnya.

Melalui kesempatan tersebut, pengunjung dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai perbedaan batu permata berdasarkan jenis, karakteristik, kualitas, dan kisaran harga. Mulai dari batu dengan harga relatif terjangkau hingga batu permata bernilai tinggi, termasuk berlian dan berbagai jenis batu permata lainnya.

Pengetahuan tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya tertarik pada keindahan tampilan perhiasan, tetapi juga memahami karakteristik produk sebelum melakukan transaksi.

Selain menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, SIJF 2026 juga menunjukkan perkembangan dari sisi partisipasi pelaku industri. Menurut keterangan narasumber, penyelenggaraan tahun ini terasa lebih ramai dibandingkan sebelumnya.

Kehadiran pelaku usaha dari luar negeri, termasuk peserta dari China yang menawarkan mesin dan peralatan pendukung industri, turut menambah variasi produk serta aktivitas bisnis di area pameran. Sementara itu, pelaku usaha di bidang perhiasan yang hadir didominasi oleh peserta lokal.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pameran tidak hanya berkaitan dengan perdagangan produk jadi, tetapi juga membuka ruang bagi pertukaran informasi, pengenalan teknologi, dan peluang kerja sama antarpelaku industri.

Bagi perajin dan pengusaha lokal, pertemuan dengan peserta dari berbagai latar belakang dapat menjadi kesempatan untuk mengenal perkembangan peralatan produksi serta melihat peluang meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Meski demikian, perkembangan tersebut tetap membutuhkan inovasi, kualitas produk, dan kepercayaan konsumen agar pelaku usaha lokal mampu memperluas jangkauan pasar.

Dalam SIJF 2026, Ko Andre juga memperkenalkan fleksibilitas desain cincin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran pembeli.

Ia menjelaskan, konsumen dapat memilih material cincin, termasuk perak maupun emas dengan berlian, sesuai selera dan kebutuhan penggunaan.

“Ring-nya bisa pakai silver atau gold diamond, jadi bisa disesuaikan dengan budget dan selera. Mau untuk harian pakai silver, atau untuk investasi dan acara resmi pakai gold diamond juga bisa,” tambahnya.

Melalui konsep *open booth*, pengunjung dapat melihat koleksi secara langsung, berkonsultasi mengenai karakteristik batu permata, menanyakan sertifikasi, hingga menjajaki pemesanan cincin dengan desain khusus.

Interaksi tersebut memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan informasi langsung dari pelaku usaha. Di sisi lain, perajin juga dapat memahami kebutuhan pasar dan menawarkan produk yang sesuai dengan preferensi pelanggan.

Bagi masyarakat yang membeli perhiasan untuk tujuan investasi, pemahaman mengenai kadar logam mulia, kualitas batu, harga pembelian, serta potensi harga jual kembali tetap menjadi pertimbangan penting.

Penyelenggaraan SIJF selama 29 tahun menjadi bagian dari perjalanan pameran perhiasan yang mempertemukan pengusaha, perajin, pemasok, dan konsumen. Ajang ini diharapkan mampu memperkuat hubungan bisnis sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk perhiasan.

Kisah Ko Andre menjadi gambaran bahwa kesempatan untuk mengembangkan usaha dapat dimulai dari pengalaman sederhana sebagai pengunjung. Dengan memanfaatkan ruang pameran, pelaku usaha memiliki kesempatan memperkenalkan produk, membangun relasi, dan mengembangkan bisnis secara bertahap.

SIJF 2026 berlangsung pukul 10.00–21.00 WIB di Grand Ballroom, Shangri-La Hotel Surabaya, Jalan Mayjen Sungkono Nomor 120, dan terbuka gratis untuk umum.

Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal beragam batu permata, memahami pentingnya sertifikasi, serta lebih cermat dalam memilih perhiasan. Sementara bagi pelaku usaha, SIJF menjadi kesempatan untuk memperluas pasar dan mengikuti perkembangan industri perhiasan.

Dari Surabaya, pameran ini menghadirkan pesan bahwa industri perhiasan tidak hanya berbicara tentang keindahan dan nilai sebuah batu, tetapi juga pengetahuan, kepercayaan, kreativitas, dan peluang usaha yang terus berkembang.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!