INFORMASI-REALITA.NET,BANTUL – Pemerintah melalui Perum Bulog resmi memperkenalkan kemasan baru beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan identitas Beras Kita Medium. Peluncuran berlangsung di Balai Kalurahan Potorono, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (20/10/2026), bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat identitas produk pangan yang disalurkan kepada masyarakat. Beras yang sebelumnya dikenal luas dengan nama SPHP kini hadir dengan tampilan kemasan baru yang diharapkan lebih mudah dikenali konsumen.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas sebelumnya mengumumkan rencana perubahan nama tersebut pada September 2026. Ia menyetujui desain dan warna kemasan baru yang dinilai memiliki tampilan lebih menarik.
Dalam pelaksanaannya, peluncuran Beras Kita Medium di Bantul dilakukan bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, perubahan ini tidak sekadar menyangkut nama dan tampilan kemasan. Menurutnya, Beras Kita Medium membawa semangat untuk menghadirkan beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap produk pangan pemerintah.
Penggunaan kata “Kita” mengikuti pola penamaan produk pangan pemerintah lainnya, seperti Minyakita dan Gula Manis Kita. Nama tersebut merupakan akronim dari Keluarga Indonesia Sejahtera, yang mencerminkan harapan agar kebutuhan pangan keluarga Indonesia dapat terpenuhi dengan baik.
Kemasan baru Beras Kita Medium tersedia dalam ukuran lima kilogram. Desainnya mengangkat unsur patriotisme, hamparan sawah, serta perjuangan petani sebagai gambaran kekayaan pertanian Indonesia dan pentingnya ketahanan pangan nasional.
Bulog berharap identitas baru ini dapat memperkuat posisi beras program pemerintah di tengah persaingan produk beras di pasaran. Kemasan yang lebih menarik juga diharapkan memudahkan masyarakat membedakan produk beras pemerintah dengan produk komersial lainnya.
Meski mengalami perubahan identitas, fungsi beras SPHP tetap dipertahankan. Program tersebut ditujukan untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Tulisan SPHP tetap dicantumkan pada kemasan baru dengan ukuran lebih kecil. Dengan demikian, masyarakat masih dapat mengenali bahwa Beras Kita Medium merupakan beras yang berkaitan dengan program stabilisasi pangan pemerintah.
Dari sisi harga, Bulog menyatakan Beras Kita Medium tetap mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi (HET) program SPHP yang berlaku. Berdasarkan ketentuan yang diberitakan, harga ditetapkan Rp12.500 per kilogram untuk Zona 1, Rp13.100 per kilogram untuk Zona 2, dan Rp13.500 per kilogram untuk Zona 3.
Ketentuan harga tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keterjangkauan beras, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bahan pangan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan sejumlah produk beras komersial.
Selain memperbarui kemasan beras medium, Bulog juga mengarahkan produk beras premium yang sebelumnya menggunakan sejumlah merek, termasuk Befood dan Punokawan, ke identitas Beras Kita Premium. Langkah ini dilakukan untuk menyatukan identitas produk beras Bulog agar lebih mudah dikenali masyarakat.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi inovasi yang dilakukan Bulog. Ia berharap kemasan baru tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap beras program pemerintah sekaligus memperkuat dukungan terhadap hasil pertanian dalam negeri.
Namun, keberhasilan perubahan identitas produk tidak cukup hanya diukur dari tampilan kemasan. Ketersediaan stok, kualitas beras, pemerataan distribusi, serta kepatuhan terhadap ketentuan harga tetap menjadi faktor utama yang menentukan manfaat program bagi masyarakat.
Bulog memiliki peran penting dalam menyerap hasil panen petani, mengelola cadangan beras pemerintah, dan menyalurkan beras untuk mendukung stabilitas pangan nasional.
Melalui peluncuran Beras Kita Medium, pemerintah berharap masyarakat semakin mudah mengenali beras program SPHP. Pada saat yang sama, pengawasan distribusi dan harga perlu terus diperkuat agar perubahan tersebut tidak berhenti sebagai pembaruan merek, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi konsumen dan petani Indonesia.


