Informasi-realita.net,Surabaya,Sosok polisi lebih dikenal sosok yang memiliki tubuh tegap, berperawakan tinggi berani dalam menghadapi situasi situasi genting sekalipun. Dekat dengan senjata api ataupun senjata tajam membuat sosok Polisi dinilai menyeramkan, terutama sikap tegas yang wajib dimiliki.
Namun di balik ‘kengerian’ para anggota polisi, tak jarang pula kita menyaksikan para polisi yang taat beribadah. Bahkan ada hal-hal yang dilakukan di luar kebiasaan polisi yang kerap bersinggungan langsung dengan penjahat.
Namun tak banyak orang tau di Surabaya sendiri memiliki Komandan panutan yang haus akan agama,membantu proses pembangunan masjid Al Jabbar Polsek Tegalsari Surabaya,yaitu tak lain dan tak bukan Kompol Imam Mustolih,yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Ops Polres Gresik.
Belum lama sampai satu tahun menjabat sebagai Kapolsek Tegalsari ,sudah berhasil membangun Masjid Al Jabbar menjadi lebih baik,Kompol Imam Mustolih diketahui sudah memberikan perubahan dan kemajuan tersendiri untuk Wilayah hukum Tegalsari khususnya.
Banyak program-progam yang di cetuskan Kompol Imam tersebut program tersebut semua bertopik keagamaan,dari mulai “Biro Hati Bersama Tahanan,sampai Ngaji Bareng.
Sebagai polisi yang mendapat didikan agama yang kuat dari orang tuanya, Kompol Imam selalu ngugemi pesan kedua orang tuanya.
Salah tiganya adalah sering berbagi pada sesama terutama anak yatim, silaturahim, dan dekat dengan ulama. Ketiganya selalu diingat Kompol Imam.
Soal berbagi misalnya, selama bertugas menjadi Kasatlantas Polres Trenggalek, Imam selalu menyempatkan untuk berbagi pada sesama. Tak jarang ia mengajak anggotanya untuk datang ke panti asuhan. Bahkan blusukan ke masyarakat. Untuk sekedar berbagi sembako.
Bagi Imam, silaturahim dengan ulama itu selain bisa mendekatkan diri dengan oara ahli ilmu agama, juga bisa mendapatkan doa-doanya.
“Doa ulama adalah separuh dari keberhasilan kita,” ucapnya sebagaimana dikutip dari media internal Polri (polri.go.id).
Doa itu bagi Imam telah menjadi keyakinan. Karenanya ia pun sering menemui ulama-ulama di tempatnya tugas. Bahkan juga di kota lain.
Polisi yang satu ini memang pantas dan layak sebagai panutan untuk kita semuanya. (dita)

