Jumat, April 17, 2026
Google search engine
الرئيسيةBeritaReses Dyah Katarina Warga Ketintang Baru Pengajuan PJU 3 Tahun Silam Tak...

Reses Dyah Katarina Warga Ketintang Baru Pengajuan PJU 3 Tahun Silam Tak Di Respon

Informasi-realita.net,Surabaya,Pembangunan kota Surabaya dibiayai dari uang pajak dan restribusi dari masyarakat melalui pajak pajak daerah, dikumpulkan kemudian dikembalikan lagi kepada masyarakat.

Jadi usulan njenengan, saya sampaikan sesuai regulasi kemudian Pemkot yang mengeksekusi. Tidak benar kalau ada dewan ngaku-ngaku pelaksanaan pembangunan atau sarana prasara dari duit pribadinya,” ucap Dyah Katarina saat Reses Jaring Aspirasi kepada warga Rt 007/003 Kelurahan Ketintang, Gayungan Surabaya, Rabu 10 Mei 2023,pukul 19.00 wib.

Selain pemaparan tugas dan fungsinya selaku anggota DPRD, Dyah yang adalah wanita hebat yang memprakarsai pos PAUD di Surabaya,selain itu juga menjadi Ketua Paguyuban PKK selama 13 tahun ini juga mengajak masyarakat berani menyampaikan permasalahan di kampungnya,sampaikan saja jangan pernah takut untuk menyuarakan aspirasi.

“Pembangunan Kota atau proyek seperti pemasangan kavling,gorong-gorong pemasangan lampu PJU,Bisa melalui musbangkel ( Musyawarah Pembangunan Kelurahan)
, musrenbang, atau sambat ke Dewan yang merupakan wakil njenengan semua sesuai dapil masing-masing,” kata Politikus PDI Perjuangan ini.

Wanita pencinta lukisan ini juga menjelaskan banyak program dari pemerintah yang bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh warga,seperti pelatihan pelatihan untuk warga kota surabaya.

Ketua RT 007 diawal sambutan nya, saya sangat berterima kasih atas kehadirannya di RT 007/003,untuk warga saya sampaikan untuk mengekuarkan aspirasi atau usulan usulan kepada pemerintah kota surabaya melalui moderator anggota dewan bu dyah katarina,pak tri wahyu andono.

Terimakasih bu atas kehadirannya di kampung kami,satu yang saya ingin sampaikan bu dyah, disini banyak para janda dan lansia yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali mulai dari BLT,KPH atau pun bantuan lainya dari pemkot Surabaya,celetuk warga.

Pengajuan PJU untuk kampung kami dari mulai 3 tahun lalu tidak ditindak lanjuti bu dyah,kampung kami sudah di survei 2 tahun yang lalu sampai sekarang tidak ada pemasangan PJU tersebut,celetuk warga lain nya

Anak saya tidak menerima PIP beberapa tahun terakhir padahal awalnya saat masih Smp mendapatkan nya, sekarang tidak medapatkan,mohon bantuan nya bu dyah untuk menyampaikan ke pemkit surabaya, tandas salah satu warga.

Menjawab beberapa persoalan yang disampaikan, Dyah Katarina anggota Komisi D ini mengaku kedatangannya untuk menyemangati semua warga ketintang baru.

“Kalau ada keluhan yang menyulitkan anda, monggo telp saya, tapi tidak untuk kepentingan pribadi ya. Jika ada permintaan cctv,PJU,kavling atau lain nya melalui proposal enggeh, Kalaupun ada yang tidak bisa saya jawab, maka akan saya lempar ke Pemkot,” ucapnya setengah menegas.

Untuk program pembangunan, Dyah mengakui Pemkot masih kesulitan untuk merealisasikan seluruh usulan warga. “Sejak 2020 hingga awal 2022, memang Pemkot tidak melakukan pembangunan karena biaya direfocusing untuk penanganan Covid,” terangnya.

“Namun, sejak pertengahan 2022 hingga saat ini, Pemkot ngebut mbangun Surabaya terutama pembangunan atau revitalisasi saluran air karena dianggap prioritas dalam penanganan banjir di musim hujan,” aku Dyah.

Masyarakat harus paham, untuk jadi baik itu terkadang ruwet. Tapi kalau masih dianggap bertele-tele, nanti kita komunikasikan dengan Pemkot,” ungkapnya.

Terkait keluhan warga tentang tidak meratanya bahkan banyak salah sasaran bantuan pemerintah, Dyah mengaku Pemkot sedang meperbaiki data,diduga data yang kemarin amburadul.

Selama ini, Pemkot berpaku pada data sensus ekonomi BPS, hal ini diperlukan waktu untuk pendalamam, dan beberapa waktu ini dilakukan oleh Kader Surabaya Hebat (KSH).

KSH ini kata Dyah, sebenarnya program yang sangat baik untuk membantu Walikota dalam mengerjakan tugas nya,tapi karena program dilakukan secara dadakan dan kurang persiapan sehingga semua kaget dengan begitu banyak tugasnya.

Mirisnya lagi kader-kader senior tidak dilibatkan karena batasan usia,dan kesalahan fatal dari KSH adalah tidak bisa mengopersionalkan aplikasi dengan baik.

Lebih lanjut, Dyah Katarina memastikan semua usulan masyarakat masuk dalam catatan Pokirnya (Pokok Pikiran Dewan), untuk segera di Paripurnakan bersama Pemerintah Kota Surabaya

Saya berharap besar untuk semua KSH menyampaikan apa yang menjadi penghambat dalam menjalankan tugasnya, “ojok wedi berbicara, biar pemkot mendengar”,sembari menutup reses tersebut. (dita)

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!