Minggu, Mei 3, 2026
Google search engine
الرئيسيةCuplikan KotaReses Dyah Katarina Bersama Warga Sawahan KSH Mengeluh

Reses Dyah Katarina Bersama Warga Sawahan KSH Mengeluh

Informasi-realita.net,Surabaya,Di awal sambutan’nya, Dyah Katarina, S.psi,M.s.i menyampaikan ucapan puji syukur atas nikmatnya, “Alhamdulillah 🙏 hari ini adalah hari ke sepuluh kegiatan Reses untuk Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) ini digelar dan bertempat di wilayah Balai RW 09 Kelurahan Sawahan Surabaya, dengan antusiasme dan membludaknya warga yang luar biasa turut hadir, “sapanya.

Dan juga tak lupa dalam suasana lebaran saya mengucapkan minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin, saya juga memohon restu untuk melaju mencalonkan diri di tahun 2024,ungkapnya.

Reses merupakan rapat bersama warga menjaring aspirasi masyarakat ,aspirasi njenengan nanti saya sampaikan ke pemerintah kota, saya sebagai moderator yang mewakili njenengan.

Jadi usulan njenengan, saya sampaikan sesuai regulasi kemudian Pemkot yang mengeksekusi. Tidak benar kalau ada dewan ngaku-ngaku pelaksanaan pembangunan atau sarana prasara dari duit pribadinya,”ucap Dyah Katarina saat Reses Jaring Aspirasi kepada warga Sawahan Templek Kelurahan Sawahan, Sawahan Surabaya, Kamis 12 Mei 2023,pukul 19.00 wib.

Tidak pernah mendapatkan bantuan BLT ataupun PKH, tidak mendapatkan jatah permakanan yang seharusnya mendapatkan tidak mendapatkan sama sekali, celetuk warga RT 002/009

Kebijakan kebijakan dan tugas tugas KSH menyulitkan KSH, dan juga kriteria untuk gamis sendiri terlalu tinggi KSH kembali di kambing hitamkan oleh warga yang tidak mendapatkan, celetuk KSH.

Menanggapi keluh kesah KSH dyah Katarina menjawab, “Sebenarnya tidak bermaksud memanipulasi tetapi karena tidak faham dan kesulitan mengerjakan tugasnya, mereka memberikan laporan yang tidak sesuai,” ungkapnya.

Seperti, orang meninggal yang masih banyak terdata, termasuk data balita stunting banyak juga yang hilang.

“Bayangkan, 27ribu kader melakukan satu saja kesalahan, sudah ada 27ribu kesalahan,” ketus Legislator PDI Perjuangan ini.

“Harus ada evaluasi kinerja KSH secara bertahap, jadi misalkan ada sampah tidak akan menumpuk. Kalau bisa, semua kader harus melalui sertifikasi kelayakan,” harapnya.

Menurut DK sebutan Dyah Katarina bukan berati meremehkan, tapi memang KSH dituntut untuk mampu mengerjakan tugas-tugasnya meski dengan pemahaman yang terbatas. “Bukan hanya mampu mengerjakan tugas, tapi juga mengatur waktu, tenaga, dan pikiran supaya bisa berfikir kreatif dan tidak monoton,” tuturnya.

Belum lagi masalah permakanan yang seringkali menjadi perdebatan. “Untuk permakanan, banyak sekali yang tiba-tiba nggak masuk data miskin. Apa ya mungkin dalam satu bulan dari orang miskin menjadi tidak miskin, kemarin dianggap anak yatim, tahu tahu jadi bukan yatim. Dan itu jumlahnya sangat banyak,” sebut Dyah Katarina.

KSH dinilai tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan,harus banyak evaluasi kembali, tutup dyah sembari menikmati hiburan samroh dari Remaja masjid. (dita)

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!