Informasi-realita.net-Jember – Peristiwa kekerasan brutal yang menimpa seorang pelajar SMA berusia 15 tahun di Kabupaten Jember memicu kemarahan publik. Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekelompok pelaku setelah dijemput secara paksa dan dibawa ke lokasi sepi.
Dalam kejadian tersebut, korban mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan dan injakan yang mengakibatkan luka parah, khususnya di bagian kepala. Tidak berhenti di situ, aksi tidak manusiawi tersebut juga diduga direkam oleh pelaku.
Lebih mengejutkan, rekaman video tersebut disebut-sebut disebarkan, termasuk ke lingkungan sekolah melalui grup percakapan.
Dugaan adanya unsur pelecehan dalam peristiwa ini semakin memperparah kondisi korban yang kini mengalami trauma berat dan ketakutan untuk kembali bersekolah.
Menanggapi hal ini, MAKI Jatim menyatakan sikap tegas dan tanpa kompromi.
“Ini bukan kenakalan remaja. Ini adalah kejahatan brutal dan terorganisir. Kami mengecam keras tindakan biadab ini,” tegas perwakilan MAKI Jatim.
MAKI Jatim juga menyoroti dugaan penyebaran video yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum dan norma.
“Jika benar ada unsur pelecehan dan penyebaran video, maka ini adalah kejahatan berlapis. Pelaku harus dijerat dengan hukuman maksimal tanpa toleransi,” lanjutnya.
Sebagai trendsetter deklarasi anti bullying, MAKI Jatim menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus steril dari segala bentuk kekerasan.
“Sekolah bukan tempat kekerasan. Ini tamparan keras bagi dunia pendidikan. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan,” ujarnya.
MAKI Jatim mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut kasus ini hingga tuntas.
“Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Siapapun yang terlibat harus diproses hukum. Keadilan untuk korban adalah harga mati,” tegasnya.
MAKI Jatim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan praktik bullying dan kekerasan yang semakin mengkhawatirkan di kalangan pelajar.
#UsutTuntas #StopBullying #KeadilanUntukKorban



