Informasi-Realita.Net,SURABAYA – Setiap tanggal 12 April, dunia memperingati Hari Anak Jalanan Internasional (International Day for Street Children), sebuah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap kehidupan dan hak-hak anak yang hidup di jalanan.
Peringatan ini pertama kali digagas oleh Consortium for Street Children pada tahun 2011. Tujuannya jelas, yakni menghapus stigma negatif terhadap anak jalanan sekaligus mendorong pemenuhan hak dasar mereka, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan.
Di berbagai kota besar, termasuk Surabaya, keberadaan anak jalanan masih menjadi fenomena sosial yang kompleks. Faktor kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, hingga kondisi keluarga yang tidak stabil menjadi pemicu utama mereka turun ke jalan.
Anak-anak ini kerap menghadapi berbagai risiko, seperti eksploitasi, kekerasan, hingga minimnya akses terhadap layanan kesehatan. Ironisnya, tidak sedikit dari mereka juga harus berhadapan dengan stigma negatif dari masyarakat.
Padahal, anak jalanan sejatinya memiliki hak yang sama seperti anak-anak lainnya untuk tumbuh, belajar, dan hidup dengan layak.
Momentum Hari Anak Jalanan Internasional diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak—baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga sosial—untuk lebih peduli dan hadir memberikan solusi nyata.
Upaya kolaboratif dinilai menjadi kunci, mulai dari penyediaan akses pendidikan nonformal, pembinaan keterampilan, hingga perlindungan hukum bagi anak-anak yang rentan.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dengan tidak memberikan stigma negatif, serta mendukung program-program sosial yang berfokus pada perlindungan anak.
Dengan kepedulian bersama, diharapkan anak-anak jalanan dapat memiliki masa depan yang lebih baik, serta terbebas dari kerasnya kehidupan jalanan.



