Informasi-Realita.Net,KAMPALA – Kepala militer Uganda, Muhoozi Kainerugaba, memicu kontroversi internasional setelah melontarkan tuntutan tidak biasa kepada Turki. Ia meminta kompensasi sebesar USD1 miliar (sekitar Rp17 triliun) serta “wanita tercantik” dari negara tersebut untuk dijadikan istri.
Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, Kainerugaba mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik, bahkan menutup Kedutaan Besar Turki di Kampala dalam waktu 30 hari.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan melalui akun X miliknya pada 11 April.
“Selain uang 1 miliar dolar AS dari Turki, saya menginginkan wanita tercantik di negara itu sebagai istri!” tulisnya.
Dalih “Dividen Keamanan” Somalia
Kainerugaba beralasan Uganda layak menerima kompensasi karena telah lama berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan, khususnya di Mogadishu, Somalia.
Menurutnya, Turki mendapatkan keuntungan besar dari proyek infrastruktur di Somalia—seperti pelabuhan dan bandara—sementara Uganda menanggung beban keamanan melalui pengerahan pasukan dalam misi Uni Afrika melawan kelompok militan al-Shabaab.
“Bagi Turki ini kesepakatan sederhana… bayar kami, atau saya tutup kedutaan mereka,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan warga Uganda agar menghindari perjalanan ke Turki “demi keselamatan”.
Sosok Kontroversial Putra Presiden
Muhoozi Kainerugaba merupakan putra Presiden Uganda, Yoweri Museveni, yang telah berkuasa sejak 1986.
Lahir pada 24 April 1974 di Dar es Salaam, Kainerugaba menempuh pendidikan militer di berbagai institusi elite, termasuk Royal Military Academy Sandhurst di Inggris.
Karier militernya melesat cepat. Ia pernah memimpin Special Forces Command (SFC) sebelum ditunjuk sebagai Chief of Defence Forces (CDF) pada 2024—jabatan tertinggi di militer Uganda.
Namun, ia juga dikenal luas karena gaya komunikasinya yang provokatif di media sosial.
Sering Buat Pernyataan Nyeleneh
Ini bukan kali pertama Kainerugaba menuai kontroversi. Sebelumnya, ia pernah:
- Mengancam akan menginvasi Kenya dalam dua minggu
- Mengkritik dan mengancam oposisi domestik
- Melamar Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, dengan “mahar” ternak sapi
- Menyatakan siap mengirim 100.000 tentara Uganda untuk membela Israel
- Mengklaim mampu mengerahkan ratusan ribu pemuda untuk menyerang Iran
Pernyataan-pernyataan tersebut kerap dianggap sebagai retorika kontroversial yang mencampur unsur politik, militer, dan sensasi pribadi.
Ketegangan Diplomatik atau Sekadar Gimmick?
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Turki terkait pernyataan tersebut.
Namun, sejumlah pengamat menilai ultimatum Kainerugaba lebih mencerminkan gaya komunikasi personal yang provokatif di media sosial ketimbang kebijakan resmi negara.
Meski begitu, pernyataan tersebut tetap berpotensi memicu ketegangan diplomatik jika tidak segera diklarifikasi oleh pemerintah Uganda.



