Informasi-Realita.Net,Banyuwangi – Polresta Banyuwangi mendapat tangkapan istimewa. Jaringan mafia BBM bersubsidi berhasil diringkus. Tujuh terduga pelaku diamankan. Dari kasus ini, polisi menyita ratusan BBM jenis solar dan pertalite.
Kasus penyelewengan BBM subsidi ini diungkap Rabu (8/4/2026) dan Jumat (10/4/2026). Pertama, polisi mengamankan tiga tersangka di seputaran Singojuruh. Masing-masing HSM, JB dan SBU. Mereka memiliki peran terpisah. Ada yang memodali, sopir pikap hingga eksekutor pembeli di SPBU. Modusnya, tersangka membeli BBM jenis solar menggunakan sepeda motor. Untuk memuluskan aksinya, tersangka menyiapkan 40 barcode.
Usai membeli menggunakan motor, tersangka memindahkannya ke dalam puluhan juriken. Lalu, diangkut menggunakan mobil pikap. Kasus ini berhasil diungkap berkat penyelidikan petugas.
Kedua, polisi membongkar aksi serupa di sebuah SPBU di Kecamatan Purwoharjo. Dari lokasi, polisi mengamankan empat tersangka. Yang miris, dua diantaranya oknum operator SPBU. Keduanya diduga membantu pengisian BBM tanpa prosedur. Modus para tersangka, menggunakan mobil yang dimodifikasi. Mereka berhasil mengisi BBM subsidi tanpa memakai barcode.
“ Ungkap kasus penyalahgunaan BBM ini bentuk upaya kepolisian mengawal kebijakan pemerintah terkait distribusi BBM bersubsidi agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, Selasa (14/4/2026).
Dari kasus ini, total kerugian negara ditaksir mencapai Rp8 juta. Selain BBM subsidi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti lain. Diantaranya, mobil pikap, motor, mesin sedot dan puluhan barcode pembelian BBM bersubsidi.



