Informasi-realita.net, SIDOARJO — Dugaan keracunan massal terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Ratusan santri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi sementara yang dihimpun hingga Selasa malam menunjukkan sedikitnya 159 santri telah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Data sementara pukul 20.35 WIB mencatat:
1. RSUD Notopuro Sidoarjo: 80 pasien
2. RS Delta Surya: 13 pasien
3. RS Siti Hajar: 30 pasien
4. RS Pusura: 9 pasien
5. Aska Medika: 9 santri
6. RS Siti Fatimah Tulangan: 12 santri
7. RS Pusdik Porong: 5 santri
Total sementara mencapai 159 pasien/santri.
Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung.
Kronologi Kejadian
Dugaan keracunan bermula setelah para santri menerima dan mengonsumsi makanan MBG pada Selasa siang. Berdasarkan keterangan pengasuh pesantren yang diberitakan Suara Surabaya, para santri menyantap makanan tersebut setelah salat Zuhur.
Keluhan kesehatan mulai muncul memasuki waktu salat Asar. Sejumlah santri dilaporkan mengalami mual, muntah dan sakit perut. Pada awalnya, korban ditangani melalui pos kesehatan pesantren.
Namun, jumlah santri yang mengalami keluhan terus bertambah. Kondisi semakin mengkhawatirkan menjelang sore hingga malam hari sehingga sejumlah santri kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut laporan di lapangan, sekitar pukul 17.00 WIB sedikitnya 25 santri mengalami kondisi lebih berat dan kemudian dirujuk ke rumah sakit. Setelah itu, proses evakuasi terus dilakukan seiring bertambahnya santri yang mengalami keluhan.
Menu MBG yang Dikonsumsi
Menu MBG yang dikonsumsi para santri disebut berasal dari SPPG Desa Kalitenggah.
Menu tersebut terdiri dari:
– Nasi putih
– Telur orak-arik
– Tempe bumbu Bali
– Tumis buncis
– Baby corn atau jagung muda
– Apel
Di Ponpes Manba’ul Hikam sendiri terdapat sekitar 440 penerima manfaat atau ompreng yang mendapatkan menu MBG tersebut.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan jenis makanan atau bahan tertentu yang menjadi penyebab munculnya gangguan kesehatan. Dugaan keracunan masih memerlukan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut oleh instansi berwenang.
Ponpes Dijaga TNI, Evakuasi dan Penanganan Berlangsung
Situasi di lingkungan Ponpes Manba’ul Hikam sempat dipenuhi aktivitas evakuasi. Sejumlah ambulans keluar-masuk membawa santri menuju fasilitas kesehatan.
Personel TNI juga terlihat melakukan penjagaan di kawasan pesantren untuk membantu pengamanan dan mendukung proses penanganan serta evaluasi korban.
Sejumlah orang tua atau wali santri juga terlihat berkumpul di sekitar pesantren untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi anak-anak mereka.
Sementara itu, pihak pemerintah daerah bersama unsur terkait turun melakukan pemantauan terhadap kondisi para santri.
Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut pelaksanaan program MBG dan melibatkan ratusan penerima manfaat.
Penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan waktu munculnya gejala setelah makanan dikonsumsi. Diperlukan pemeriksaan medis terhadap korban serta pengujian sampel makanan dan bahan pangan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan makanan tertentu sebagai penyebab sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi resmi keluar.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian aparat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta pihak penyelenggara MBG untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dan mengetahui sumber gangguan kesehatan secara tepat.
Hingga Selasa malam, proses pendataan korban dan penanganan medis masih berlangsung. Jumlah pasien juga masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi dan pemeriksaan terhadap para penerima manfaat lainnya.


