Google search engine
Google search engine
Informasi-RealitaCuplikan KotaLapas Probolinggo Diduga Marak Peredaran Narkoba dan Handphone

Lapas Probolinggo Diduga Marak Peredaran Narkoba dan Handphone

Informasi-realita.net, Probolinggo — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Probolinggo Kelas IIB diduga menghadapi persoalan serius terkait dugaan peredaran narkotika dan penggunaan handphone oleh warga binaan.

Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sejumlah nama warga binaan dan oknum petugas yang disebut-sebut berkaitan dengan dugaan peredaran narkoba serta aktivitas penggunaan handphone di dalam lapas. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan perlu dilakukan verifikasi serta dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang disebutkan.

Salah satu nama yang disebut dalam informasi tersebut adalah Imron Zakaria, yang disebut ditugaskan sebagai Tamping Utama dan diduga terlibat dalam peredaran narkoba di dalam Lapas Probolinggo. Selain itu, terdapat pula warga binaan berinisial IM dan beberapa inisial lainnya yang disebut dalam dugaan aktivitas tersebut.

Informasi yang dihimpun juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum petugas dalam aktivitas penagihan kepada warga binaan serta dugaan masuknya handphone ke dalam lapas. Kebenaran informasi tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak berwenang.

Sementara itu, seorang warga binaan berinisial AN, yang disebut berada di Blok C Kamar 10, dikabarkan pernah menawarkan narkotika jenis sabu kepada pihak tertentu. Pernyataan tersebut juga masih sebatas informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut.

Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi di Kanwil Ditjenpas Jawa Timur dan Lapas Probolinggo pada 5 September 2026 untuk menyampaikan dugaan tersebut.

Baihaki mempertanyakan pengawasan di dalam Lapas Probolinggo, khususnya terkait dugaan peredaran narkotika dan penggunaan handphone oleh warga binaan.

“Kenapa di Lapas Probolinggo diduga bebas mengedarkan narkoba, menggunakan handphone, dan bisa berkomunikasi dengan pihak di luar?” tegas Baihaki.

Informasi lain juga diperoleh dari seorang warga binaan berinisial BB, yang disebut berasal dari Malang. Informasi tersebut akan terus didalami untuk memastikan kebenaran dugaan yang beredar.

Hingga berita ini disusun, seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan warga binaan maupun petugas masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Konfirmasi kepada pihak Lapas Probolinggo, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, serta aparat penegak hukum diperlukan untuk memperoleh keterangan yang berimbang.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!