Google search engine
Google search engine
Informasi-RealitaHukrimJatanras Polrestabes Surabaya Bongkar Komplotan Penipuan Modus Tukar Kartu ATM, 9 Orang...

Jatanras Polrestabes Surabaya Bongkar Komplotan Penipuan Modus Tukar Kartu ATM, 9 Orang Diamankan

INFORMASI-REALITA.NET,SURABAYA  — Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya mengungkap dugaan komplotan penipuan dengan modus penukaran kartu ATM. Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak sembilan orang diamankan dari dua hotel berbeda di Kota Surabaya.

Para pelaku diduga menjalankan aksi secara berkelompok dengan pembagian peran masing-masing. Modus yang digunakan cukup terstruktur, mulai dari berpura-pura menjadi warga negara asing (WNA), meminta bantuan kepada korban saat berada di mesin ATM, hingga melakukan penukaran kartu ATM ketika korban lengah.

Dalam aksinya, kelompok tersebut diduga terlebih dahulu memperlihatkan saldo rekening yang seolah-olah cukup kepada korban. Pelaku kemudian menghafalkan PIN korban saat proses transaksi berlangsung. Setelah itu, kartu ATM korban diduga ditukar dengan kartu lain yang memiliki bentuk serupa.

Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan pengungkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan terkait dugaan tindak pidana penipuan dengan modus penukaran kartu ATM.

Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Unit Reskrim Polsek Genteng kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Polisi melakukan pemetaan serta pendalaman terhadap catatan daftar pencarian orang (DPO) dan pelaku kejahatan yang sebelumnya telah teridentifikasi.

Penyelidikan diarahkan terhadap kelompok yang diduga berkaitan dengan tindak pidana penipuan dan/atau pencurian menggunakan modus penukaran kartu ATM.

“Informasi yang didapat terdapat empat orang yang diduga merupakan kelompok tersebut dan telah berada di hotel selama kurang lebih lima hari dengan menggunakan fasilitas hotel sebanyak dua kamar,” kata AKP Hadi, Minggu (20/9/2026).

Empat Orang Diamankan di Hotel

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mendapati keberadaan sejumlah orang yang diduga masuk dalam kelompok tersebut di Hotel New Grand Park, Jalan Samudra, Surabaya.

Petugas kemudian melakukan penindakan dan mengamankan empat orang dari lokasi tersebut.

Dari pemeriksaan serta pengembangan awal, penyidik memperoleh informasi mengenai keberadaan anggota kelompok lainnya yang diduga berada di Hotel Merdeka, Jalan Bongkaran, Surabaya.

Tim Opsnal Jatanras selanjutnya bergerak menuju lokasi tersebut. Di hotel itu, polisi kembali mengamankan lima orang yang menempati dua kamar.

“Dari kasus penipuan tersebut, sebanyak sembilan orang diamankan,” imbuh AKP Hadi.

Diduga Berkaitan dengan Sejumlah Kasus

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterkaitan kelompok tersebut dengan sejumlah kejadian penipuan di wilayah Kota Surabaya.

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, kelompok tersebut diduga berkaitan dengan beberapa laporan kejadian, di antaranya kasus di Hotel Inna Simpang Surabaya pada 26 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam perkara tersebut, korban disebut merupakan warga Trenggalek dengan kerugian sekitar Rp60 juta.

Kasus lainnya terjadi di kawasan RRI Surabaya pada 13 Mei 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Korban merupakan warga Jakarta dengan kerugian sekitar Rp16 juta.

Polisi juga mendalami dugaan kejadian lain yang disebut terjadi di Hotel Inna Simpang Surabaya pada Januari 2026. Dalam kejadian tersebut, korban disebut merupakan warga Kalimantan dengan kerugian sekitar Rp40 juta.

Pembagian Peran

Dalam menjalankan aksinya, para anggota kelompok diduga memiliki peran masing-masing.

Tersangka F disebut berperan mengaku berasal dari Kalimantan ketika berkenalan dengan korban. Sementara E disebut menggunakan nama “Andi” ketika berkenalan dengan korban di Jakarta sebelum kemudian mengajak korban bertemu di Surabaya.

Tersangka AA disebut berperan mengaku berasal dari Negara Brunei Darussalam ketika bertemu dengan korban. Sementara tersangka I diduga berperan sebagai sopir.

Dalam salah satu kejadian yang masih didalami polisi, tersangka F disebut mengaku berasal dari Brunei Darussalam dan mengajak korban menuju WTC. Sementara H disebut mengaku berasal dari Kalimantan.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang yang diamankan serta mendalami kemungkinan keterkaitan mereka dengan sejumlah laporan penipuan lainnya.

Penyidik juga masih mengembangkan perkara tersebut untuk mengungkap seluruh jaringan, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang belum diamankan.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!