Informasi-realita.net,Surabaya,Kerja nyata Satlantas Polrestabes Surabaya tak diragukan lagi dalam menangani knalpot yang tidak sesuai aturan atau knalpot brong,sebanyak 2000 an knalpot brong diamankan dan ditindak penilangan kepada pelanggarnya.
Pengguna knalpot brong target dari Satlantas Polrestabes Surabaya sendiri,melalui operasi Semeru Ops Zebra ataupun penindakan pelanggar pada malam hari.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce beserta jajaran serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Monumen Suroboyo Wani. Monumen ini terbuat dari ribuan knalpot brong yang membuat berisik jalanan hasil sitaan dari berbagai operasi kendaraan di Surabaya .
Proses pengerjaan Monumen Suroboyo Wani itu baru memasuki tahapan beberapa waktu lalu diletakkan di batas kota yaitu Jalan Ahmad Yani. Lokasinya tepatnya setelah Bundaran Cito yang merupakan pintu masuk Kota Surabaya dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce berharap monumen yang dirangkai dari kurang lebih 2.064 knalpot brong hasil sitaan Satlantas Polrestabes Surabaya itu bisa mempercantik Kota Surabaya.
“Bukan hanya itu kami juga berharap monumen ini menjadi simbol semangat dan pengingat bagi pengguna roda dua bahwa Surabaya adalah kota yang tenang, aman, dan damai. Tidak boleh diganggu dengan knalpot tanpa spesifikasi sesuai ketentuan,” ujar Pasma usai peresmian, Kamis (1/08/2024) Sore tadi.
Wali Kota Surabaya “Bapak e Arek Suroboyo ” mengapresiasi dengan adanya menara Wani Suroboyo. Dia berterima kasih atas dedikasi Polrestabes Surabaya dalam mendirikan monumen setinggi 10 meter dengan lebar 3 meter itu.
“Kami berterima kasih warga Surabaya mendapatkan ketenangan ketika berada di kota Surabaya adanya penindakan terhadap knalpot brong. Sekaligus pengingat saat masuk ke Surabaya maka gunakanlah knalpot standar, Suroboyo Damai ,Aman dari kebisingan knalpot brong” kata Eri.
Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman saat di wawancarai awak media yang menjadi inisiator berdirinya monumen itu mengungkapkan alasan pemilihan nama ‘Suroboyo Wani’ sebagai nama monumen knalpot brong itu.
“Wani merupakan sebuah istilah atau tagline khas Suroboyoan yang menggambarkan keberanian dan semangat arek Suroboyo dalam bergotong royong mewujudkan kota yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua,diharapkan dengan adanya Monumen Suroboyo Wani ini menjadi pengingat untuk pengguna kendaraan bermotor agar menggunakan knalpot standar bukan lagi knalpot brong” kata Arif. (Red)



