Informasi-realita.net-Sidoarjo — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Blitar memberikan klarifikasi resmi pasca pemberitaan terkait kunjungan jajaran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kabupaten Blitar ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan ngopi persahabatan antara Kakanmenag Kabupaten Blitar dengan Heru, Ketua MAKI Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, yang berlangsung pada Senin (26/01) di Rumah Makan Tempoe Doeloe, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo.
Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang klarifikasi atas kritik tajam yang sebelumnya disampaikan MAKI Jatim sebagaimana dilansir MAKINews.com, terkait dugaan penggunaan anggaran DIPA dalam kegiatan rakor jajaran MAN di “Pulau Seribu Masjid”, Mataram, NTB.
Dalam pertemuan tersebut, Kakanmenag Kabupaten Blitar menegaskan bahwa biaya keberangkatan kegiatan rakor DIPA di NTB tidak bersumber dari anggaran DIPA.
Menurut penjelasannya, dana yang digunakan berasal dari hasil urunan atau tabungan bersama jajaran pengurus MAN se-Kabupaten Blitar, yang dikumpulkan secara rutin setiap bulan selama kurang lebih satu tahun.
Menanggapi klarifikasi tersebut, Heru MAKI menyampaikan apresiasi atas itikad baik Kakanmenag Kabupaten Blitar yang secara terbuka memberikan penjelasan. Secara kelembagaan, MAKI Jatim menyatakan dapat menerima klarifikasi yang disampaikan, sepanjang tidak ditemukan pelanggaran penggunaan anggaran negara.
Namun demikian, Heru MAKI juga menegaskan pesan penting agar ke depan pengelolaan anggaran DIPA benar-benar digunakan secara hati-hati dan difokuskan untuk program prioritas, bukan untuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan persepsi euforia atau polemik di ruang publik.
Pertemuan ngopi persahabatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, cair, dan penuh keakraban. Bahkan, terungkap bahwa secara geografis, Heru MAKI dan Kakanmenag Kabupaten Blitar, Farmadi, S.Ag., M.HI., ternyata berasal dari desa yang bertetangga, sehingga suasana dialog berlangsung semakin santai dan terbuka.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga hubungan kemitraan yang positif, serta memperkuat komunikasi dan transparansi antara MAKI Jatim dan Kementerian Agama Kabupaten Blitar ke depan.(Red)

