Informasi-realita.net-Surabaya-Bagi Kompol Muhammad Soleh, S.H., M.M., pengabdian kepada negara tidak berhenti pada tugas kepolisian semata. Di balik perannya sebagai perwira menengah Polri di lingkungan Polda Jawa Timur, ia menjalani satu pengabdian lain yang tak kalah penting: membina generasi muda melalui karate.
Sebagai Arek Suroboyo asli, Soleh tumbuh dengan nilai disiplin dan kerja keras. Nilai itu mengantarkannya meniti karier kepolisian hingga dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Malang.
Di ruang tugas, ia dikenal tegas dan berintegritas; di luar dinas, ia hadir dengan wajah berbeda—seorang pelatih yang sabar dan penuh dedikasi.
Karate bukan sekadar hobi. Ia adalah bagian dari perjalanan hidup Soleh. Bertahun-tahun ia jalani sebagai atlet, hingga akhirnya pensiun sekitar 17 tahun lalu. Namun, pensiun tak membuatnya menjauh dari dojo. Soleh justru memilih tetap mengabdi sebagai pelatih, membentuk karakter, mental juara, dan kedisiplinan anak-anak serta remaja yang ia latih.
Komitmen itu berbuah nyata. Kompol Muhammad Soleh menjadi salah satu inisiator terbentuknya Bhayangkara Karate Polda Jatim, wadah pembinaan yang memadukan nilai kepolisian dengan sportivitas. Kini, ia juga dipercaya sebagai Ketua Harian INKANAS Malang Raya, terlibat langsung dalam pembinaan dan pengembangan karateka di wilayah Malang Raya.
Baru-baru ini, kehadirannya pada ujian kenaikan tingkat yang diikuti 168 karateka di Kota Malang menegaskan konsistensinya.
Ia hadir bukan sekadar sebagai pejabat atau pengurus, melainkan sebagai pembina yang memastikan setiap atlet mendapat arahan, motivasi, dan teladan.
Bagi Kompol Muhammad Soleh, prestasi bukan hanya tentang medali. Lebih dari itu, ia ingin melahirkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap mengabdi.
Di antara seragam Bhayangkara dan sabuk karate, Soleh memilih berjalan di dua jalur pengabdian—menegakkan hukum dan menyiapkan masa depan bangsa. (Red)



