Informasi-realita.net, TULUNGAGUNG- Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik tajam. Kali ini, sorotan datang dari lingkungan sekolah dasar di Tulungagung, setelah menu yang dibagikan kepada siswa dinilai jauh dari standar kelayakan.
Keluhan keras muncul dari pihak sekolah dan wali murid di MI Cendekia Al Huda, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Mereka menyebut makanan yang disajikan pada Rabu (8/4/2025) sebagai “kekecewaan besar” bagi anak-anak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, paket makanan yang dibagikan hanya terdiri dari beberapa item sederhana. Namun, kualitasnya justru menjadi sorotan utama. Buah jeruk yang disertakan disebut-sebut sudah dalam kondisi kurang segar bahkan cenderung membusuk.
Tak hanya itu, lauk utama berupa ikan bandeng juga menuai protes. Pasalnya, ikan tersebut masih dipenuhi duri halus yang dianggap berbahaya bagi anak-anak usia sekolah dasar.
“Bandengnya tulangnya kurang lunak, harusnya ramah anak. Saya sampai tidak tega melihat anak-anak makan,” ujar salah satu pengajar dengan nada kesal.
Nada serupa juga disampaikan wali murid. Mereka menilai menu tersebut tidak layak dikonsumsi anak-anak dan justru berpotensi membahayakan.
“Menu MBG hari ini menurut saya tidak pantas untuk anak kecil. Bandengnya banyak durinya. Saya sudah capek mengeluhkan MBG,” ungkap salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya.
Kekecewaan ini memicu kekhawatiran lebih luas. Program yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi dan penanganan stunting itu dinilai belum berjalan sesuai harapan di lapangan.
Para guru mengaku telah menyampaikan protes kepada pihak dapur penyedia, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedangsewu. Namun, respons yang diberikan dinilai hanya sebatas formalitas tanpa tindak lanjut nyata.
“Jawaban memang ada, tapi tidak ada perubahan. Hari ini tetap tidak layak. Jangan sampai program baik ini justru meninggalkan kesan pahit bagi anak-anak,” tegas salah satu pengajar.
Kasus ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara konsep ideal program MBG dengan implementasi di lapangan. Masyarakat berharap anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang, mulai dari nasi, sayur, protein berkualitas, hingga buah segar bukan sekadar menu seadanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Gedangsewu maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Publik kini menunggu klarifikasi, apakah ini sekadar masalah teknis atau indikasi persoalan yang lebih sistemik dalam pelaksanaan program nasional ini. (JK)

