Informasi-Realita.net,Surabaya – Upaya pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi korban penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) kini mendapat dukungan baru dengan diresmikannya Yayasan Plus Enam Dua Nusantara pada Sabtu, 31 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, yang berlokasi di Pondok Manggala BC I/19, Kelurahan Balas Klumprik, RW 05 RT 02, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya.
Peresmian yayasan tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan layanan rehabilitasi sosial yang profesional, humanis, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan dari penyalahgunaan NAPZA. Yayasan Plus Enam Dua Nusantara hadir sebagai lembaga sosial yang fokus pada rehabilitasi, pembinaan, edukasi, pendampingan hukum, serta pengembangan keterampilan hidup bagi para klien.
Ketua Yayasan, Yudhy Sumirto, SH, menyampaikan bahwa Yayasan Plus Enam Dua Nusantara dibentuk dengan semangat kepedulian sosial untuk membantu para korban penyalahgunaan NAPZA agar dapat kembali menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan diterima di tengah masyarakat.
Yayasan ini memiliki visi mewujudkan masyarakat yang peduli terhadap pencegahan dan penanggulangan NAPZA, HIV/AIDS, serta menjadi pusat rehabilitasi yang nyaman, profesional, dan berorientasi pada pemulihan klien secara menyeluruh.
Dalam menjalankan misinya, yayasan menyediakan relawan profesional di bidang sosial dan pendampingan hukum, meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, seks bebas, serta pentingnya edukasi hukum. Selain itu, yayasan juga aktif mendorong pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan keterampilan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan nilai sosial, budaya, dan agama sebagai bekal kehidupan yang lebih baik.
Struktur organisasi Yayasan Plus Enam Dua Nusantara diperkuat oleh jajaran pengawas, pembina, konselor, manajer operasional, hingga petugas lapangan yang memiliki peran penting dalam mendampingi proses pemulihan klien. Sinergi seluruh elemen tersebut diharapkan mampu menciptakan pelayanan rehabilitasi yang optimal dan berstandar tinggi.
Dalam pelaksanaannya, yayasan mengembangkan berbagai program rehabilitasi yang mencakup pembinaan fisik, pembinaan spiritual, konseling dan motivasi, home visit (kunjungan rumah), serta pembinaan pasca rehabilitasi. Seluruh program dirancang untuk membantu klien kembali menjalani kehidupan sosial yang sehat, mandiri, dan produktif.
Pada program pembinaan fisik, klien mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala, tes urine, serta pembinaan perilaku yang meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, budi pekerti, dan kemampuan hidup bermasyarakat. Program ini bertujuan memastikan kondisi fisik dan mental klien dapat dipantau secara optimal selama proses rehabilitasi berlangsung.
Sementara itu, program konseling dan motivasi difokuskan pada penyelesaian permasalahan pribadi, pengembangan potensi diri, serta pembentukan karakter yang lebih baik. Melalui pendekatan tersebut, klien diharapkan mampu membangun perubahan perilaku positif, memperoleh ketenangan jiwa, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.
Yayasan Plus Enam Dua Nusantara juga memberikan perhatian besar pada pembinaan spiritual sebagai bagian dari proses pemulihan. Melalui kegiatan keagamaan dan penguatan nilai moral, klien dibimbing untuk meningkatkan kesadaran diri, memperkuat ketakwaan, serta membangun semangat hidup yang lebih baik.
Salah satu program unggulan yang dimiliki yayasan adalah Home Visit, yaitu kunjungan langsung ke lingkungan keluarga klien. Melalui program ini, konselor dapat memahami kondisi sosial yang memengaruhi proses pemulihan sehingga dapat memberikan pendampingan dan solusi yang lebih tepat sasaran.
Tidak berhenti pada masa rehabilitasi, yayasan juga menyediakan program Pasca Rehabilitasi sebagai bentuk pendampingan lanjutan bagi klien yang telah menyelesaikan program rehabilitasi sosial. Program ini bertujuan mencegah terjadinya kekambuhan sekaligus membantu klien kembali beradaptasi dengan lingkungan masyarakat.
Untuk menunjang kenyamanan dan keberhasilan proses pemulihan, Yayasan Plus Enam Dua Nusantara menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari rawat inap reguler hingga rawat inap VIP, yang dirancang untuk menciptakan lingkungan rehabilitasi yang aman, nyaman, dan kondusif.
Di bidang kesehatan mental, yayasan menghadirkan layanan konseling dan terapi yang meliputi hipnoterapi, terapi psikologis oleh tenaga profesional dan praktisi tersertifikasi, serta pendampingan spiritual healing. Layanan ini bertujuan membantu klien mengatasi trauma, gangguan emosional, serta membangun kembali rasa percaya diri.
Selain itu, yayasan juga mengembangkan layanan terapi komplementer dan herbal sebagai pendukung proses rehabilitasi, di antaranya hidroterapi, terapi bekam (hijamah), terapi akupunktur, totok tubuh, serta pemanfaatan pengobatan herbal yang telah melalui pengujian sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai bekal kehidupan setelah rehabilitasi, yayasan menyediakan program Vocational Life Skill atau pengembangan keterampilan hidup. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi, rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan, serta keterampilan beradaptasi dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja sehingga klien dapat hidup lebih mandiri dan produktif.
Tidak hanya itu, Yayasan Plus Enam Dua Nusantara juga memberikan layanan selama 24 jam yang mencakup penjemputan pasien, fasilitas transportasi menuju rumah sakit atau instalasi gawat darurat apabila diperlukan, sistem keamanan berbasis CCTV, serta pendampingan konselor selama proses rehabilitasi berlangsung.
Dengan menggabungkan pendekatan fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan pengembangan keterampilan hidup, Yayasan Plus Enam Dua Nusantara berharap dapat menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA. Dukungan keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diyakini menjadi kunci utama keberhasilan proses rehabilitasi serta pemulihan sosial bagi para korban penyalahgunaan NAPZA.
Peresmian Yayasan Plus Enam Dua Nusantara menjadi tonggak awal hadirnya pusat rehabilitasi yang tidak hanya berfokus pada pemulihan, tetapi juga membangun kembali harapan, masa depan, dan kualitas hidup bagi mereka yang ingin bangkit dari keterpurukan menuju kehidupan yang lebih baik.S

