Google search engine
Google search engine
Informasi-RealitaCuplikan KotaKonsumen Keluhkan Pelayanan Pemasangan Tempered Glass di Toko Lucky WTC Surabaya, Mengaku...

Konsumen Keluhkan Pelayanan Pemasangan Tempered Glass di Toko Lucky WTC Surabaya, Mengaku Tidak Diberi Informasi Sebelum Pemasangan

Informasi-Realita.net,Surabaya  – Seorang konsumen mengaku kecewa terhadap pelayanan pemasangan tempered glass di Toko Lucky yang berlokasi di WTC e-Mall Surabaya lantai 5. Kekecewaan tersebut bermula setelah fitur sidik jari (fingerprint) pada ponsel Samsung Galaxy S25 Ultra yang baru dibelinya disebut tidak lagi berfungsi secara normal usai dipasangi tempered glass oleh pihak toko.

Hasan menjelaskan bahwa pada 19 Juli 2026 dirinya baru saja membeli Samsung Galaxy S25 Ultra. Demi melindungi layar ponsel barunya dari goresan, ia langsung mendatangi Toko Lucky untuk memasang tempered glass. Menurut pengakuannya, saat proses pemasangan berlangsung, ia tidak mendapatkan penjelasan mengenai jenis tempered glass yang dipasang maupun dampaknya terhadap fungsi sensor sidik jari.

“Saya baru beli HP dan langsung memasang tempered glass di Toko Lucky. Saya percaya kepada petugas yang memasang karena mengira produk yang dipasang memang sesuai dengan HP saya. Setelah selesai dipasang, ternyata fingerprint tidak berfungsi normal. Kalau mau terbaca harus ditekan keras,” ujarnya

Merasa ada yang tidak beres, kemudian menghubungi pihak Toko Lucky melalui aplikasi WhatsApp. Berdasarkan arahan yang diterimanya dari pihak toko, Konsumen diminta untuk menghapus dan mendaftarkan ulang sidik jari pada perangkatnya. Namun, setelah mengikuti saran tersebut, fingerprint ponselnya disebut tetap tidak dapat berfungsi secara normal dan masih harus ditekan dengan kuat agar dapat terbaca.

Pada 21 Juli 2026, Konsumen kembali meminta penjelasan kepada pihak Toko Lucky terkait kendala tersebut. Berdasarkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diterima redaksi, pihak toko menjelaskan bahwa tempered glass yang dipasang merupakan jenis standar yang memang tidak mendukung penggunaan fingerprint pada Samsung Galaxy S25 Ultra.

Dalam percakapan tersebut, pihak Toko Lucky menyampaikan, “Kalau series S25 Ultra yang jenis itu, itu jenis yang biasa kak. Fingernya tidak bisa. Yang bisa harga Rp120.000.”

Jawaban tersebut membuat Konsumen semakin kecewa. Menurutnya, apabila informasi mengenai keterbatasan tempered glass tersebut disampaikan sejak awal, ia akan memilih produk lain yang mendukung fungsi fingerprint meskipun harus membayar lebih mahal.

“Kok tidak ada konfirmasi di awal, Kak? Kan dari awal tidak dikasih tahu. Kalau memang tidak bisa dipakai fingerprint, saya kan bisa memilih tempered glass yang lain,” tulis Hasan dalam balasan WhatsApp kepada pihak toko.

Konsumen menilai informasi mengenai kompatibilitas tempered glass dengan sensor sidik jari merupakan hal penting yang seharusnya disampaikan kepada konsumen sebelum pemasangan dilakukan. Dengan demikian, konsumen dapat menentukan pilihan berdasarkan informasi yang lengkap dan tidak mengalami kerugian setelah transaksi selesai.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Toko Lucky melalui percakapan WhatsApp menyampaikan permohonan maaf serta menyatakan akan mengonfirmasi persoalan tersebut kepada petugas yang melayani saat pemasangan.

“Mohon maaf kak, saya konfirmasi dulu kepada SPG yang melayani bapak,” tulis pihak Toko Lucky dalam pesan WhatsApp kepada Konsumen.

Tidak hanya itu, saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh awak Media Informasi Realita, pihak Toko Lucky kembali memberikan tanggapan melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, pihak toko menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dikonfirmasikan kepada petugas yang melayani konsumen dan menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang terjadi.

“Sudah kami konfirmasi. Mohon maaf atas kesalahan kami,” tulis pihak Toko Lucky kepada awak Media Informasi Realita.

Meski telah menyampaikan permohonan maaf, pihak Toko Lucky belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk penyelesaian yang akan diberikan kepada konsumen, apakah berupa penggantian tempered glass dengan produk yang kompatibel dengan sensor sidik jari maupun bentuk kompensasi lainnya.

Sementara itu, Konsumen berharap penyelesaian tidak berhenti pada permintaan maaf semata. Ia berharap pihak toko dapat memberikan solusi konkret yang dapat mengembalikan fungsi fingerprint pada ponselnya tanpa harus menanggung kerugian sebagai konsumen.

Menurut Konsumen, persoalan yang dialaminya bukan semata-mata karena fingerprint yang terganggu, melainkan karena tidak adanya informasi yang disampaikan sebelum pemasangan dilakukan. Ia menilai konsumen seharusnya diberikan penjelasan mengenai pilihan produk beserta kelebihan, kekurangan, harga, dan dampaknya terhadap fungsi perangkat sebelum memutuskan untuk membeli.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha di bidang aksesori telepon seluler mengenai pentingnya transparansi dalam memberikan informasi kepada konsumen. Penyampaian informasi yang lengkap mengenai spesifikasi, kompatibilitas, serta fungsi produk merupakan bagian dari pelayanan yang dapat membantu konsumen mengambil keputusan secara tepat.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!