Informasi-Realita.Net,SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi antusiasme ribuan masyarakat yang mengikuti rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).
Khofifah menyebut antusiasme masyarakat dalam mengikuti upacara pengibaran maupun penurunan Bendera Merah Putih setiap tahunnya menunjukkan rasa memiliki dan kecintaan yang kuat terhadap bangsa dan negara.
“Antusiasme masyarakat setiap tahunnya sangat luar biasa. Ada yang ikut pagi saja, ada yang sore saja. Bahkan ada yang keduanya, sesuai undangan yang mereka dapatkan melalui akses online,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (18/8/2026).
Sebanyak 4.000 masyarakat umum mendapat kesempatan mengikuti upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih di Gedung Negara Grahadi.
Menurut Khofifah, tingginya partisipasi masyarakat menjadi gambaran kuatnya semangat kebangsaan di Jawa Timur.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir. Alhamdulillah, semuanya kondusif, khidmat, dan lancar. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk merayakan sekaligus memaknai kemerdekaan RI begitu kuat di tengah masyarakat Jawa Timur,” katanya.
Ia juga menyoroti keberagaman masyarakat yang hadir dalam upacara, mulai dari berbagai kelompok usia dan profesi hingga warga yang mengenakan busana adat Nusantara.
Kehadiran tersebut, kata Khofifah, menjadi gambaran nyata persatuan dan kebinekaan Indonesia yang terus terjaga.
“Semangat masyarakat yang kita lihat hari ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki keyakinan, kebanggaan, sekaligus kecintaan yang kuat kepada Tanah Air Indonesia. Ini merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan dan memperkuat kedaulatan bangsa,” ujarnya.
Khofifah menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga harus diterjemahkan dalam upaya memperkuat kedaulatan, keadilan sosial, dan pemerataan kesejahteraan.
Menurutnya, kedaulatan memiliki cakupan yang luas, termasuk ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta ketahanan sosial dan budaya.
“Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama terwujudnya kedaulatan,” lanjutnya.
Sementara itu, upacara penurunan Bendera Merah Putih berlangsung khidmat dan lancar dengan melibatkan Tim 8 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Prosesi penurunan bendera turut dimeriahkan marching band, tari kolosal, serta penampilan pelajar dan mahasiswa.
Khofifah berharap semangat persatuan yang terlihat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semangat persatuan harus terus kita rawat. Tantangan ke depan membutuhkan masyarakat yang guyub, rukun dan mampu bekerja bersama. Dengan persatuan yang kuat, kita akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus mengoptimalkan potensi Jawa Timur,” pungkasnya.


