Google search engine
Google search engine
Informasi-RealitaCuplikan KotaKapolri Tunjuk Irjen Arie Ardian Jadi Kakortastipidkor Polri

Kapolri Tunjuk Irjen Arie Ardian Jadi Kakortastipidkor Polri

INFORMASI-REALITA.NET, JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan rotasi dan mutasi sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) di lingkungan Polri. Salah satu pergantian jabatan strategis tersebut adalah Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri.

Dalam mutasi terbaru itu, Kapolri menunjuk Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi untuk mengemban jabatan sebagai Kakortastipidkor Polri. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026.

Arie Ardian menggantikan Irjen Pol. Totok Suharyanto yang sebelumnya memimpin Kortastipidkor Polri. Dalam telegram yang sama, Totok mendapatkan penugasan baru sebagai Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar).

Perubahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian mutasi besar di tubuh Polri. Berdasarkan sejumlah laporan, sebanyak 88 Pati dan Pamen mendapat penugasan atau posisi baru, termasuk perubahan pada 19 jabatan Kapolda serta sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri.

Arie Ardian sendiri bukan sosok baru dalam struktur penegakan hukum Polri. Sebelum mendapat amanah sebagai Kakortastipidkor, ia merupakan perwira tinggi Bareskrim Polri yang ditugaskan di Kementerian Hukum. Sejumlah sumber juga menyebut Arie sebelumnya dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Direktur Penegakan Hukum Kementerian Hukum.

Dengan pengalaman di bidang reserse dan penegakan hukum, penempatan Arie di Kortastipidkor menjadi salah satu posisi strategis dalam penguatan tugas Polri di bidang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kortastipidkor merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan tugas Polri dalam menangani perkara korupsi. Karena itu, pergantian pimpinan pada korps tersebut menjadi perhatian, terutama dalam memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Totok Suharyanto Bergeser ke Polda Sulbar

Sementara itu, Irjen Pol. Totok Suharyanto yang sebelumnya menduduki posisi Kakortastipidkor mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Sulawesi Barat. Totok menggantikan Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta yang selanjutnya mendapat penugasan sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Pergantian Totok juga menjadi perhatian karena selama menjabat sebagai pimpinan Kortastipidkor, satuan tersebut menangani sejumlah perkara yang mendapat perhatian publik.

Salah satunya perkara yang berkaitan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Dalam proses penanganan perkara tersebut, penyidik Kortastipidkor sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan ahli serta melakukan penggeledahan di beberapa lokasi. Perkara tersebut kemudian berproses hingga dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

Meski demikian, pergantian jabatan tersebut secara resmi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan rotasi personel di tubuh Polri. Tidak ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa mutasi Totok berkaitan dengan perkara tertentu.

Rotasi Besar di Lingkungan Mabes Polri

Selain pergantian Kakortastipidkor, telegram Kapolri tersebut juga memuat sejumlah perubahan pada jabatan strategis Mabes Polri.

Beberapa di antaranya yakni Komjen Pol. Asep Edi Suheri ditugaskan sebagai Irwasum Polri, Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam Polri, Irjen Pol. Asep Safrudin sebagai Kabareskrim Polri, Irjen Pol. Hery Herjawan sebagai Kabaharkam Polri dan Irjen Pol. Rudi Darmoko sebagai Kalemdiklat Polri.

Kemudian Irjen Pol. Andik Setiyono mendapat tugas sebagai Astamarena Kapolri. Brigjen Pol. Agus Dwi Hermawan dipercaya sebagai Aslog Kapolri, sedangkan Brigjen Pol. Deni Dharmapala mendapat tugas sebagai As SDM Kapolri.

Pada jabatan lainnya, Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap ditugaskan sebagai Kadivpropam Polri, Irjen Pol. Roberto G.M. Pasaribu sebagai Kadiv TIK Polri, Irjen Pol. Ahrie Sonta N. sebagai Kadivkum Polri, Brigjen Pol. Tubagus Ami Prindani sebagai Kadensus 88 Antiteror Polri, serta Kombes Pol. Didik Hariyanto sebagai Koorspripim Polri.

Mutasi juga mencakup sejumlah Kapolda di berbagai wilayah Indonesia. Perubahan tersebut antara lain terjadi di Polda Metro Jaya, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Maluku, Riau, Kepulauan Riau, NTT, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jambi, Gorontalo dan sejumlah wilayah lainnya.

Bagian dari Penyegaran Organisasi

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Kebijakan tersebut dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Para personel yang mendapatkan amanah baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dengan tanggung jawab masing-masing serta melanjutkan program kerja yang telah berjalan.

Penempatan Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi sebagai Kakortastipidkor kini menempatkannya pada posisi penting dalam jajaran penegakan hukum Polri. Pengalaman yang dimilikinya di bidang reserse dan penegakan hukum menjadi modal dalam menjalankan tugas baru tersebut.

Dengan pergantian pimpinan ini, publik tentu menantikan langkah dan kinerja Kortastipidkor di bawah kepemimpinan Arie Ardian, khususnya dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, penguatan penegakan hukum, serta memastikan setiap perkara ditangani secara profesional dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!