INFORMASI-REALITA.NET,SURABAYA – Baso Juherman kembali terpilih memimpin Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) MI Jatim yang digelar di Gedung Suhartatik KONI Jatim, Surabaya, Minggu (1/11/2026).
Didukung 34 pengurus kabupaten/kota, Baso langsung menegaskan target besar kepengurusan mendatang, yakni mempertahankan dominasi Muaythai Jatim dengan kembali merebut gelar juara umum pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baso optimistis target tersebut dapat tercapai melalui pembinaan atlet yang konsisten dan kompetisi berkelanjutan. Salah satu program yang akan dipertahankan adalah Liga Muaythai Jatim yang digelar setiap tiga bulan sekali.
Selain menjadi ajang kompetisi, liga tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana seleksi untuk menjaring atlet terbaik yang dipersiapkan menghadapi PON 2028.
Baso memastikan persaingan masuk Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) berlangsung terbuka dengan menerapkan sistem promosi dan degradasi.
“Atlet Puslatda yang tidak mampu berkompetisi dan tidak disiplin akan saya coret. Mereka akan diganti dengan atlet lain yang memiliki potensi meraih emas di PON 2028,” tegasnya.
Pembinaan juga diperluas melalui jalur atlet usia muda. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga Muaythai dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim 2026.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat regenerasi untuk menjaga prestasi Muaythai Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil mengapresiasi kepemimpinan Baso yang dinilai telah menunjukkan konsistensi prestasi.
Muaythai Jatim sebelumnya berhasil menjadi juara umum PON 2024. Prestasi tersebut juga berlanjut dengan keberhasilan meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) selama dua tahun berturut-turut, yakni 2025 dan 2026.
“Pak Baso saya pikir sudah kredibel, legitimate, dan teruji prestasinya. Olahraga itu alat ukurnya prestasi. Juara umum Kejurnas 2025, Kejurnas 2026 juara umum lagi, karena itu layak bila pengurus kota dan kabupaten memilihnya kembali,” kata Nabil.
Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga mampu meningkatkan perolehan medali pada PON 2028.
Menurut Nabil, persiapan harus dilakukan sejak dini, terlebih terdapat kemungkinan penambahan nomor pertandingan pada PON mendatang.
“Sudah harus berpikir bagaimana mendesain PON 2028 karena nomornya nanti mungkin bisa ditambah. Kita sudah harus menyiapkan diri untuk itu. Dari enam emas, mudah-mudahan kita bisa mendapatkan lebih banyak,” ujarnya.
Dengan memperkuat kompetisi, memperketat seleksi atlet, serta memperluas pembinaan usia muda, Muaythai Jatim kini mulai mempersiapkan langkah untuk mempertahankan gelar juara umum sekaligus meningkatkan perolehan medali pada PON 2028.


