Polsek Garum Lakukan Mediasi bersama Perangkat Desa, Terkait Protes Warga di Desa Pojok

Informasi – Realita.net,Blitar||

Bhabinkamtibmas Desa Pojok Polsek Garum Polres Blitar melakukan langkah cepat dengan melakukan mediasi dengan warga.Terkait penanaman pohon pisang, sebagai bentuk protes adanya jalan rusak dan berlubang yang tak kunjung diperbaiki, pada Kamis (15/9).

Adanya hal itu Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan perangkat desa melakukan mediasi agar tercipta iklim yang kondusif di desa binaan. Dengan memberikan himbauan agar pohon pisang yang ditanam untuk dicabut karena bisa membahayakan bagi pengendara yang melintas dan diganti dengan banner.

Kapolsek Garum AKP Burhanuddin menjelaskan, bahwa untuk terciptanya situasi yang kondusif di wilayah hukum Polsek Garum, Bhabinkamtibmas berdialog dan melakukan mediasi bersama perangkat desa menanggapi adanya aksi warga di desa binaan.

“Jadi karena ada aksi warga pada hari itu (15/9) dengan menanam pohon pisang dijalan yang rusak,yang berbahaya bagi pengendara kendaraan yg melintas.Dengan diganti banner atau spanduk yang bertuliskan

himbauan kendaraan besar tidak melintas, agar tidak membahayakan pengendara lain, juga untuk menghindari kerusakan yg lebih parah untuk jalan tersebut,”terang Kapolsek saat dihubungi melalui pesan singkat pada Jum’at (16/9/2022).

Kapolsek Garum menambahkan, dengan mediasi tersebut akhirnya warga bersedia untuk kiranya tetap menjaga keharmonisan dan kerukunan antar sesama baik dilingkungan tempat tinggal maupun dilingkungan sekitar.

“Dan jika ada permasalahan laporkan kepada Bhabinkamtibmas agar dapat di tindaklanjuti dan di selesaikan,kami harap juga kesadaran masyarakat,” pungkas Kapolsek.

Sementara itu, Sekdes Desa Pojok,Sigit Wijoseno menanggapi keluhan warga tersebut. Dia mengatakan, untuk sementara dalam waktu ini pihaknya akan melakukan penambalan jalan sementara secara gotong royong.

“Karena itu jalan desa, nanti pada saat PAK akan segera ditindaklanjuti untuk perbaikan jalan tersebut,” katanya

Kemudian, kata dia, terkait pembangunan parit itu terkendala kondisi jalan yang posisinya lebih rendah dibandingkan sungai di dekat lokasi tersebut.

“Sehingga harus ditinggikan jalannya,agar memungkinkan saat dibuatkan parit,” jelasnya.

(Ati/Lipsus)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini