Google search engine
Informasi-RealitaCuplikan KotaPemdes Kolomayan Launching Posyandu Jiwa 'Sehat Sejati', Wujud Kepedulian Bagi Warga ODGJ

Pemdes Kolomayan Launching Posyandu Jiwa ‘Sehat Sejati’, Wujud Kepedulian Bagi Warga ODGJ

Bupati Blitar Rini Syarifah tengah didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial serta Camat Wonodadi, saat memberikan sambutan peresmian Posyandu Jiwa ‘Sehat Sejati’.

(Sumber foto doc: Ati/JK)

 

Informasinya-Realita.net,BLITAR||
Salah satu bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami gangguan kejiwaan, Pemdes Kolomayan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar, launching Posyandu Jiwa ‘Sehat Sejati’.

Bertempat di Balai Desa dan diresmikan secara langsung oleh Bupati Blitar Rini Syarifah, dan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial serta Kepala Dinas Kesehatan, Rabu (1/3/2023).

Turut hadir pada acara tersebut Camat Wonodadi Tunggul Triwibowo beserta jajaran Forkopimcam,kepala desa se-kecamatan,ketua penggerak PKK Wonodadi, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pengurus posyandu jiwa ‘Sehat Sejati’ dan para ODGJ yang mendapatkan perawatan.

Bupati Rini Syarifah dalam sambutannya menyatakan apresiasinya dengan adanya Posyandu Jiwa sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental masyarakat. Ia juga sampaikan menjadikan Kabupaten Blitar bebas pasung.

“Ini adalah bukti komitmen kita bersama dalam mencegah dan mengurangi risiko seseorang mengalami gangguan jiwa berat dengan cara memberikan konseling, edukasi, dan pengobatan serta dipadukan kegiatan pemberdayaan,”ujar Bupati yang akrab disapa Mak Rini ini.

Sementara itu, Camat Wonodadi Tunggul Triwibowo juga menjelaskan posyandu ini adalah yang pertama di kecamatan,h al ini dilakukan sebagai upaya bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Ini adalah suatu bentuk pelayanan kepada masyarakat agar warga yang mengalami gangguan kejiwaan bisa mendapatkan perawatan dengan baik disamping bisa untuk menularkan atau mencontohkan desa lainnya,”ujarnya.

Ia juga katakan untuk kecamatan Wonodadi ada sebanyak 265 warga ODGJ yang tersebar di 11 desa. Dan sementara waktu semua pelayanan pengobatan dipusatkan di desa Kolomayan.
Untuk para penderita akan dilakukan pelayanan tiga bulan sekali dan dilakukan monitoring oleh para kader atau relawan.

Tunggul menambahkan, bahwa sebelum adanya posyandu ini, para petugas dari puskesmas dan kader melakukan pemeriksaan pada para pasien dengan mendatangi langsung ke rumah – rumah warga yang mengalami ODGJ.

“Sementara waktu semua kita pusatkan di desa Kolomayan untuk kecamatan Wonodadi, dan selanjutnya sudah kita koordinasikan dengan pihak terkait. Pelaksanaannya dilakukan tiga bulan sekali, nantinya apabila semua desa sudah ada akan dilakukan satu bulan sekali,”jelasnya.

Tunggul juga berharap, setelah adanya posyandu jiwa ini warga bisa mendapatkan perawatan intensif dan maksimal, karena pendekatan yang dilakukan tentunya juga berbeda.

Kepala Desa Kolomayan Muhammad Mahrus, saat menyampaikan keterangan pers.
( Sumber foto doc: Ati/JK)

Senada dengan Camat Wonodadi,Kepala Desa Kolomayan Muhammad Mahrus juga menjelaskan, sebelum adanya posyandu ini pihak desa telah berupaya dengan mengirimkan warga yang mengalami ODGJ yang kategori berat ke RSJ Porong untuk mendapatkan perawatan.

Namun demikian dikarenakan keterbatasan anggaran dan tenaga pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan,dinas kesehatan serta kepolisian untuk melakukan pengawasan dan perawatan di rumah para ODGJ.

“Untuk penanganan kami berkoordinasi dengan semua lini baik dari desa, kecamatan, dinas kesehatan, Polsek serta para kader atau relawan dengan mendatangi langsung ke rumah warga para penderita ODGJ,”jelasnya.

Pihaknya menuturkan untuk pelaksanaan sendiri,dilakukan satu bulan sekali. Mahrus juga menyampaikan para ODGJ ini faktor penyebabnya ada beberapa salah satunya adalah tekanan ekonomi dan sosial.

Ia juga berharap dengan adanya posyandu ini bisa untuk lebih maksimal dalam memberikan pelayanan dan untuk jumlahnya bisa ditekan dan kriteria para ODGJ ini yang dulunya masuk dalam kategori berat juga bisa berkurang dengan pelayanan medis serta pendekatan yang digunakan.
(Ati/Lipsus)

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!