Informasi-realita.net,Surabaya – Panitia Nasional Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (PNP3M) bersama dengan Kiai Khos Madura bersilaturrahim dengan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin di Hotel JW Marriott, Surabaya Jumat (11/09/2023).
Banyak hal yang didiskusikan dalam pertemuan penuh khidmat itu. Salah satunya, terkait perjuangan masyarakat Madura untuk mandiri dari Jawa Timur dengan membentuk daerah otonomi baru (DOB) sebagai provinsi.
Ketua Umum PNP3M H. Achmad Zaini, MA. mengatakan, perjuangan masyarakat Madura dalam memeroleh izin menjadi provinsi sangat panjang. Namun, semangat perjuangan itu tidak akan pernah surut sampai yang dicita-citakan bersama tercapai.
Pembentukan Madura menjadi provinsi bukan keinginan semata. Tetapi, lebih pada kebutuhan untuk peningkatan perekonomian serta mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Alhamdulillah kami bisa bersilaturrahim dengan Bapak Wakil Presiden untuk menyampaikan keinginan yang diperjuangkan selama ini. Yaitu, menjadikan Madura sebagai provinsi,” katanya.
Zaini menyampaikan, secara resmi PNP3M menyerahkan berkas usulan pembentukan Provinsi Madura kepada Wapres Ma’ruf Amin. Diharapkan, pemerintah pusat memberikan perlakuan khusus seperti yang terjadi di Papua. Mengingat, jika mengacu pada UU 23/2014 Tentang Pemerintah Daerah, pembentukan provinsi itu minimal terdiri dari 5 (lima) kabupaten atau kota. Sementara, di Madura baru ada 4 (empat) Kabupaten/Kota.
Dengan demikian, butuh perlakuan khusus dari pemerintah pusat agar meskipun tidak memenuhi syarat, tetap bisa jadi provinsi. Diharapkan, melalui usulan yang disampaikan kepada Wapres KH. Ma’ruf Amin itu, kebijakan khusus tersebut bisa diperoleh.
“Kami usulkan Madura menjadi provinsi melalui jalur kekhususan. Semoga perjuangan yang sudah lama ini segera terwujud,” harap Achmad Zaini.
H. Harun Alrasyid, Sekjen PNP3M juga menegaskan kepada awak media bahwa Pengusulan para Tokoh Kiai Khos Madura kepada Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin tak lain adalah untuk menegaskan kembali persiapan pembentukan Provinsi Madura, karena itu merupakan sebuah keniscayaan bagi masyarakat madura.
Pengusulan melalui jalur kekhususan nampaknya merupakan jalur yang paling rasional untuk masyarakat Madura diantara pilihan lain seperti judicial review maupun pemekaran.
Menurutya, satu-satunya jalan adalah melepaskan Madura menjadi Provinsi untuk bisa mengurus keunikan, ke-Khasan serta kelebihannya menjadi Propinsi tersendiri yang mandiri.
Terlebih menindak lanjuti apa yang sudah dilakukan oleh Bapak KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden yaitu menjadikan madura menjadi daerah atau kawasan halal melalui Halal Center di Universitas Trunojoyo Madura, untuk selanjutnya menjadi Propinsi dengan keKhususan sebagai kawasan Halal.
“Selama Madura bergabung dengan Propinsi Jawa Timur, selama itu pula Madura tidak pernah keluar dari predikat sebagai daerah terbelakang maupun termiskin di Jawa Timur. selalu masuk dalam 5 besar sebagai daerah termiskin bahkan miskin ektrim” ungkap Harun Alrasyid
“artinya apa? ditengah SDM masyarakat Madura yang luar biasa, ditambah latar belakang pendidikan yang cukup, ada 40 lebih perguruan tinggi di Madura, serta sumber daya alam yang melimpah, diantaranya, Madura dikenal sebagai penghasil Tembakau paling bagus di Indonesia, penghasil garam terbesar yang mencapai 60% dalam skala Nasional juga memiliki cadangan minyak maupun gas berserat lebih dari 100 Block, yang sudah ter-exploitasi lebih dari 20 Block. Ya sangat tidak layak jika menyandang daerah termiskin” Imbuhnya.
Sekjen PNP3M, H. Harun Alrasyid juga berharap silaturahmi dengan Wakil Presiden ini bukanlah hanya sekedar silaturahim semata namun juga sebagai awal terwujudnya apa yang tengah di perjuangkan oleh Masyarakat Madura selama ini.



