Informasi-realita.net,Surabaya,Semua anggota DPRD Kota Surabaya melaksanakan Masa reses tahun sidang kelima masa persidangan kesatu tahun anggaran 2023.
Mengisi masa resesnya, anggota Komisi D DPRD Surabaya Dyah Katarina menjaring aspirasi warga Jalan Krakatau no 20, RT 12 RW 018 Petemon, Kec. Sawahan, Surabaya, Jawa Timur 60252 Minggu (8/10/2023) siang.
Alhamdulilah di tahun ini di penghujung reses di tahun 2023 mudah mudahan yang sudah dibangun kota surabaya bermanfaat untuk semua,apa yang perlu disampaikan monggo disampaikan,ungkap dyah katarina dalam awal sambutan nya .
Perempuan yang sangat ramah terhadap masyarakat menjelaskan tentang pendidikan, kesejahteraan sosial, kesehatan dan ketenagakerjaan, anggota DPRD Surabaya 2 periode ini memancing keaktifan warga untuk memberikan aspirasi bahkan ide-ide dan kritikan untuk pembangunan kota Surabaya kedepan.
Dyah Katarina juga menyampaikan terhadap warga Krakatau yang hadir untuk tidak takut menyampaikan aspirasi,” Melalui Reses ini kesempatan panjenengan Nyelatu Pemerintah Surabaya”.
“Maka sampaikan apa yang harus njenengan sampaikan, baik masalah pembangunan, sosial,kesehatan, demi masa depan kampung ini,” katanya.
Saya disini wakil panjenengan semua untuk menyampaikan apa yang panjenengan inginkan,“Kalau njenengan tidak memberi informasi atau masukan, pemerintah maupun anggota Dewan tidak akan tahu dan pasti tidak ada pembenahan untuk kebijakan yang sudah dijalankan,” kata Dyah.
Reses ini, lanjut Dyah adalah proses penjaringan aspirasi yang dibiayai pemerintah untuk perencanaan kebijakan kedepan apa yang harus dibenahi.
Program Pemerintah Kota Surabaya sudah cukup mumpuni Seperti program pelatihan kerja atau usaha, apakah sudah tepat sasaran? Atau juga terkait bantuan,tapi pertanyaan saya apakah sudah merata dan tepat sasaran?
Contohnya sepertu MBR menjadi Gamis, kata Dyah juga masih banyak menimbulkan masalah besar dan semrawut. Meski aturannya memang dari pusat, tapi bila dicermati, 12 syarat Gamis memang tidak sesuai dengan kondisi warga kota Surabaya.
Beberapa masukan dan usulan masuk dalam catatan perempuan hobby olaraga tersebut,salah satu dari ketua RT 12 Bapak Agus yang menyampaikan bahwa pemasangan lampu yang tak kunjung terealisasi,hanya pengukuran saja.
Ada juga usulan yang disampaikan bu kokom tentang cipta kerja yang dinilai tidak sesuai dengan warga RW 18 Kelurahan Petemon,bu kokom juga mengusulkan kepada Pemerintah Kota Surabaya melalui DK memberikan arahan kepada anak jalanan yang terutama di daerah Pacuan Kuda.
Salah satu bunda Pos Paud juga memberikan usulan agar pos Paud RW 18 dipasang Pagar untuk keselamatan anak didiknya.
Masalah Lampu dan Paving segera ajukan proposal lengkap nya dan Pemberdayaan masyarakat kelurahan Petemon Gamis juga merupakan PR besar bagi kota Surabaya.
“Semua sudah masuk catataan saya, segera kita koordinasikan dengan dinas-dinas terkait dan kita masukkan dalam pokok pikiran Dewan agar segera mendapat solusi yang terbaik. (dita)


