Informasi-Realita.net, BLITAR||
Pemandian alam Sumur Amber terletak di Dusun Duren, Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, telah berhasil mencuri perhatian masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Semenjak dibuka satu tahun lalu, pemandian tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung baik dari kawasan Blitar dan juga dari luar kota.
Dengan harga tiket yang sangat terjangkau ada empat kolam yang tersedia. Mulai dari kolam khusus untuk anak-anak, dan dua kolam dengan kedalaman 1,7 meter yang cocok bagi yang ingin berenang atau sekadar berendam.
Tak ketinggalan, ada juga kolam dengan kedalaman 1,5 meter untuk bermain dan bersantai. Dengan berbagai pilihan kedalaman kolam, setiap pengunjung dapat menemukan area yang sesuai.
Kepala desa Kandangan Wahyu Eko Nurdianto mengatakan bahwa, pemandian alam Sumur Amber dibuka setiap hari, dengan harga tiket masuk Rp 5000. Adanya pemandian ini juga bermanfaat bagi warga sekitar dengan parkir kendaraan yang bisa menjadi pemasukan warga.

”Pemandian alam Sumur Amber ini dibuka semenjak satu lalu, begitu awal dibuka sampai sekarang per harinya dari tiket terjual 350, dengan harga Rp 5000 pada hari biasa, dan dibuka setiap, sedang masalah parkir jadi pemasukan warga setempat atau lingkungan,” ujarnya pada Jum’at (13/10/2023).
Pihaknya juga berharap kedepannya pemandian alam ini, bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik para wisatawan baik lokal maupun nasional. Untuk menambah pendapatan asli desa maupun daerah.
Keindahan alam, suasana tradisional, dan pengalaman berendam yang unik, meninggalkan kenangan tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang datang. Sumur Amber diharapkan akan terus menjadi tujuan favorit bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
”Selain pemandian alam tempat ini juga bernuansa religi dan ke depan bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi icon di Kabupaten Blitar. Tentunya pendapatan asli desa juga bisa bertambah untuk kesejahteraan masyarakat desa Kandangan khususnya dan masyarakat Kabupaten Blitar pada umumnya ”, pungkasnya.
(Anto)



