informasi-realita.net,Surabaya,Kerja nyata Polsek Wonocolo dalam mengungkap kasus tindak pidana pencurian tiang penghubung kereta api.

Aksinya sempat viral di media sosial, empat pria pencuri tiang komunikasi milik Kereta Api (PT.KAI) diamankan oleh Tim Bandit Satreskrim Polsek Wonocolo Surabaya sehari setelah beraksi.

Diketahui Tersangka berinisial, Bayu Tola Topan (31) asal Jalan Wonocolo Gg Benteng II Surabaya atau Kost Jalan Wonocolo Gg IV Surabaya, M. Cholish (43) asal Jalan Ngagel Rejo Utara 4, Hariono (41) asal Jalan Wonocolo 4, Danu Rizki (28) asal Jalan Wonocolo 3 Surabaya.

Mereka, melakukan nya dengan kerja team bersama-sama memotong Tiang Viber Optic kurang lebih sepanjang 2,5 meter dengan sebuah gerenda (alat potong besi listrik) pada, Rabu, 21 Februari 2024, sekira pukul 14.00 Wib disamping Rel Kereta Api depan Jatim Expo Jalan Frontage A. Yani Surabaya.

Para tersangka ini pada Rabu, 21 Februari 2024, sekira pukul 14.00 Wib melakukan pencurian sebuah tiang Viber Optic yang tertanam di dalam tanah.

Dengan kedalaman yang cukup dalam, mereka tak kehilangan akal awalnya tanahnya di gali, lalu tiang tersebut ditarik, dan setelah tiang sudah berhasil di tarik dari dalam tanah lalu diangkat bersama sama.

“Pencurian tersebut dilakukan dengan cara tiang viber optic yang masih tertancap / berdiri di atas lahan kosong yang sepi. Setelah itu barulah tiang yang panjangnya kurang lebih 9 meteran di potong menjadi 6 bagian,” jelas Kompol M. Soleh, Kapolsek Wonocolo, Senin (26/2/2023).

Kemudian barulah 6 (enam)potongan tiang yang sudah berhasil di potong dijual ke tempat rombengan. Pencurian itu dilakukan dengan menggunakan alat berupa sebuah linggis kecil dan sebuah gerenda listrik.

“Tiang Viber Optic hasil curian dijual kepada seorang laki- laki yang tidak kenal (orangrombeng), dan laku sebesar Rp. 475.000,” imbuh Kapolsek.

Oleh lima pelaku yang salah satunya buron itu, Tiang besi dijual dengan estimasi kiloan dan saat di timbang beratnya sebesar 84 Kg dan dibagi rata dan sisanya dibuat untuk sewa mobil dan beli rokok.

Kepada polisi ke empat nya mengaku jika peran masing-masing adalah, Bayu sebagai yang menggali tanah yang diatasnya ada tiang viber opticnya, dan mengangkat tiang ke lahan kosong dan menjual potongan tiang.

Peran Cholis juga menggali tanah dan mengangkat tiang ke lahan kosong dan menjual. Peran Hariono, mengangkat tiang viber juga menjual potongan tiang. Peran Danu, mengangkat tiang viber dan juga menjual potongan besi.

Keberuntungan F (DPO) masih baik disaat ke empat temanya mendekam di dalam jeruji besi kini iya tengah dalam pengejaran.

Peran F (DPO) mengangkat tiang viber optic tsb ke lahan kosong dan menjual potongan tiang viber optic.

Atas perbuatan pelaku ke empatnya di jerat pasal Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. Rumusan Pasal 363 ayat (1) KUHP sebagai berikut: (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (Ali/rief)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini