Informasi-Realita.net,Sidoarjo – Sungguh nasib malang yang dialami oleh MNA warga binaan Lapas Klas IA Surabaya atau biasa dikenal dengan Lapas Porong, ia diduga menjadi korban bersila dan diancam dibunuh oleh AA sesama napi.
Bahkan video terbentang atas MNA direkam dan disuruh dikirimkan ke istrinya, agar segera memberikan uang guna membayar hutangnya di dalam Lapas.
Melihat rekaman video yang mencakup suami tersebut, sang istri merasa syok dan ketakutan, hingga berinisiatif mengadukan hal tersebut kepada Aliansi Madura Indonesia (AMI) karena nyawa MNA terancam di dalam Lapas Porong.
Ketua umum Aliansi Madura Indonesia Baihaki Akbar, SE SH sangat menyayangkan melihat kejadian ini, ia berasumsi bahwasanya fungsi patroli dari petugas Lapas tidak berguna hingga terjadi kejadian serupa itu.
“Petugas Lapas Porong kenapa hanya diam melihat enkripsi itu, ataukah semuanya ini telah diatur sedemikian rupa, untuk memberikan efek jera terhadap MNA, hingga pelaku AA dan teman leluasa menganiaya korban,” tanda Baihaki (12/10) sambil menunjukkan rekaman video yang terjadi di dalam Lapas Porong Sidoarjo.
Ketua umum AMI menambahkan akan segera melakukan kajian lebih lanjut terhadap pembongkaran MNA, atas dasar punya hutang apa hingga dianiaya seperti rupa hingga diancam dibunuh.
“Untuk motif hutangnya kita masih di dalami, untuk saat ini kita akan meminta pertanggungjawaban dari Kalapas Porong karena diduga lalai dalam menjaga keamanan dan membiarkan sesama napi,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Kepala Pengamanan Lapas Porong Sidoarjo Wahyu Trah Utomo saat ditanya perihal pemahaman tersebut menjelaskan bahwasanya memang benar terjadi, dan pelaku yang melakukan hal tersebut sudah mendapatkan hukuman dari petugas.
“Betul saat ini masalah sudah kami tangani, pelaku sudah kami periksa dan proses penjatuhan disiplin berupa sel tutupan sunyi dan pencabutan hak nya seperti remisi dan hak integrasinya,” tandas Wahyu selaku KPLP saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Ia menambahkan bahwasanya dalam penandatanganan yang menimpa MNA bukan skenario dari petugas Lapas, dan saat ini petugas juga tidak mengetahui motif hutang seperti apa hingga terjadi sinkronisasi ini.



