Informasi-Realita.net,Badung – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025, Polres Badung melaksanakan kegiatan patroli Cooling System sebagai upaya preventif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Aparat Kepolisian dan warga pendatang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Badung, AKBP M. Arif Batubara, SH, SIK, MH, M.Tr. Opsla., pada Senin (28/4).
Patroli yang menyasar pemukiman / kos-kosan di sekitar daerah Kelurahan Abianbase Kec.Mengwi Kab Badung dan Desa Darmasaba Kecamatan Abiansemal, Kab.Badung ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman sekaligus membangun komunikasi yang humanis dengan elemen masyarakat, khususnya kalangan buruh dan organisasi serikat pekerja yang sebagian besar merupakan warga pendatang.
Dalam keterangannya, Kapolres AKBP M. Arif memberikan imbauan dengan kepada warga pendatang untuk bersama -sama menciptakan situasi harkamtibmas yang aman dan nyaman, mengajak warga pendatang untuk menjaga ketertiban, menghindari provokasi, serta mendukung terciptanya situasi aman dan damai selama peringatan May Day.
“Kami mengimbau agar kita jaga bersama suasana yang aman dan damai. Polri hadir untuk mengawal dan memastikan kegiatan berjalan dengan tertib,” ujar Kapolres didampingi Wakapolres Badung, Kompol Taufan Rizaldi, S.I.K., M.H., beserta sejumlah PJU dan Kapolsek Mengwi serta Kapolsek Abiansemal.
Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025, Polres Badung melaksanakan kegiatan patroli Cooling System sebagai upaya preventif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Aparat Kepolisian dan warga pendatang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Badung, AKBP M. Arif Batubara, SH, SIK, MH, M.Tr. Opsla., pada Senin (28/4).
Patroli yang menyasar pemukiman / kos-kosan di sekitar daerah Kelurahan Abianbase Kec.Mengwi Kab Badung dan Desa Darmasaba Kecamatan Abiansemal, Kab.Badung ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman sekaligus membangun komunikasi yang humanis dengan elemen masyarakat, khususnya kalangan buruh dan organisasi serikat pekerja yang sebagian besar merupakan warga pendatang.



