Google search engine
Informasi-RealitaCuplikan KotaPAUD Sumber Ilmu Sumberjo Raih Juara 2 Lomba Kolase Bahan Alam di...

PAUD Sumber Ilmu Sumberjo Raih Juara 2 Lomba Kolase Bahan Alam di Hardiknas Kecamatan Sutojayan

Peserta pemenang lomba saat foto bersama,di Kantor Kelurahan Kembangarum (dok/Anto)

Informasi-Realita.net, BLITAR|| Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kecamatan Sutojayan, PAUD Sumber Ilmu Desa Sumberjo berhasil meraih juara 2 pada Lomba Apresiasi Kolase Bahan Alam Anak dan Orang Tua.

Kegiatan yang diikuti 231 peserta dari 14 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kecamatan Sutojayan ini bertempat di Kantor Kelurahan Kembangarum, pada Kamis (2/5), sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan usia dini melalui kreativitas dan kolaborasi.

Lomba kolase berbahan alam ini menekankan pada pengembangan motorik halus anak, imajinasi, serta sinergi antara siswa dan orang tua. Kepala Desa Sumberjo, Suroto, menyatakan kebanggaannya atas prestasi ini.

“Penghargaan ini membuktikan komitmen PAUD Sumber Ilmu dalam menyediakan pendidikan berkualitas sejak dini. Kolaborasi anak dan orang tua dalam lomba ini juga memperkuat peran keluarga sebagai pendukung utama pembelajaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan bahan alam dalam lomba sejalan dengan prinsip pendidikan kontekstual yang mengenalkan anak pada lingkungan sekaligus melatih kecintaan terhadap alam.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari proses pembelajaran holistik untuk membentuk karakter dan kemampuan kognitif anak,” tegas Suroto.

Ketua Panitia Hardiknas Kecamatan Sutojayan menyebut, kegiatan ini dirancang sebagai sarana evaluasi perkembangan PAUD sekaligus memotivasi inovasi metode pembelajaran.

“Dengan partisipasi 14 lembaga, kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah kami,” ungkapnya.

Wali siswa bersama siswa PAUD Desa Sumberjo, (dok/Anto)

Prestasi PAUD Sumber Ilmu ini pun diapresiasi oleh Dinas Pendidikan setempat sebagai contoh baik integrasi antara pendidikan formal dan keterlibatan masyarakat.

Kedepan, pemerintah desa berencana memperluas pelatihan dan menyediakan sarana pendukung kreativitas anak berbasis kearifan lokal.

“Kami akan terus mendorong program yang menyeimbangkan aspek akademik dan pengembangan karakter, karena masa usia dini adalah fondasi utama masa depan generasi,” tutup Suroto. (Anto)

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!