Informasi-Realita.net,Surabaya – Insiden memilukan yang terjadi kemarin, dimana mobil kendaraan taktis (Rantis) Polri melindas seorang pekerja ojek online hingga meninggal dunia, meninggalkan duka tragis dan bukti nyata dari represifitas aparat yang terus menerus dilakukan dalam banyak aksi demonstrasi.
Ketua LBH PC PMII Surabaya, Taufikur Rohman menyatakan bahwa kejadian ini adalah bentuk kegagalan sistemik dalam penegakan hukum dan HAM di Indonesia.
“Kami tidak bisa lagi menutup mata terhadap represifitas aparat yang terus menerus dilakukan dalam banyak aksi demonstrasi. Insiden ini adalah bukti nyata bahwa aparat kepolisian masih menggunakan metode represif dalam menangani aksi demonstrasi, yang berujung pada korban jiwa,” kata Taufik (Ketua LBH PC PMII Surabaya)
LBH PC PMII Surabaya juga menuntut agar aparat kepolisian bertanggung jawab atas kejadian ini dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan aksi demonstrasi.
“Kami menuntut agar aparat kepolisian tidak lagi menggunakan metode represif dalam menangani aksi demonstrasi, dan memastikan bahwa hak-hak warga negara untuk menyampaikan pendapat dan melakukan aksi demonstrasi dilindungi dan dihormati,” tambah Taufik
LBH PC PMII Surabaya akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.
“Kami akan terus memantau proses investigasi dan menuntut agar aparat kepolisian bertanggung jawab atas kejadian ini. Kami tidak akan diam melihat kejadian seperti ini berlalu begitu saja,” kata Ketua LBH PC PMII Surabaya.
Dengan adanya insiden tragis ini, LBH PC PMII Surabaya kembali menuntut agar pemerintah dan aparat kepolisian melakukan reformasi dalam sistem keamanan dan penegakan hukum di Indonesia.
“Kami berharap agar pemerintah dan aparat kepolisian dapat memahami bahwa represifitas aparat tidak akan menyelesaikan masalah, tapi hanya akan memperburuk situasi,” Imbuh Taufik (Ketua LBH PC PMII Surabaya)



