Jumat, April 24, 2026
Google search engine
الرئيسيةCuplikan KotaPemkab Lamongan Tetapkan Tanggap Darurat, Polres dan Pemprov Jatim Turun Tangani Banjir...

Pemkab Lamongan Tetapkan Tanggap Darurat, Polres dan Pemprov Jatim Turun Tangani Banjir Bengawan Jero

Informasi-Realita.Net,Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana menyusul meluasnya banjir Bengawan Jero yang terus meningkat. Penetapan status ini dilakukan seiring naiknya elevasi air di Bendungan Blawi yang kini mencapai angka 78, sehingga menyebabkan genangan luas di sejumlah wilayah.

Banjir tersebut tercatat merendam 2.736 rumah yang tersebar di 27 desa pada enam kecamatan, dengan jumlah warga terdampak mencapai 10.672 jiwa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan, Moh. Nalikan, mengatakan bahwa Pemkab Lamongan telah mengambil langkah konkret dengan melakukan penyisiran dan pembersihan seluruh sungai pembuang guna memperlancar aliran air dan menekan luapan banjir.

Selain itu, Nalikan menginstruksikan seluruh pemerintah desa di wilayah terdampak untuk mendirikan posko kesehatan yang beroperasi penuh selama 24 jam. Posko tersebut disiagakan untuk melayani kebutuhan kesehatan warga yang terdampak bencana.

“Dengan naiknya Bendungan Blawi yang sekarang sudah 78 dan sudah ada enam kecamatan yang terdampak, maka status ini kita berlakukan. Kami juga minta desa wajib mendirikan posko kesehatan,” ujar Nalikan.

Pemkab Lamongan juga mulai mendistribusikan bantuan sembako secara bertahap kepada warga terdampak banjir. Bantuan telah disalurkan di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Turi, Kalitengah, dan Wedung. Selain itu, bantuan makanan cepat saji dari BPBD Provinsi Jawa Timur juga telah tiba.

Nalikan menambahkan, Pemkab Lamongan telah mengajukan permohonan 22 ton beras cadangan pangan pemerintah ke Badan Ketahanan Pangan Nasional dan saat ini masih menunggu persetujuan (ACC) untuk proses pencairan melalui Bulog.

“Pemkab juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat agar bantuan tambahan segera bisa didatangkan,” pungkasnya.

Dalam penanganan bencana banjir Bengawan Jero, Polres Lamongan turut mengambil peran aktif dengan menerjunkan personel ke sejumlah titik terdampak. Aparat kepolisian disiagakan untuk membantu evakuasi warga, pengamanan lokasi banjir, serta pengaturan lalu lintas di jalur-jalur yang terendam air.

Selain itu, Polres Lamongan juga bersinergi dengan TNI, BPBD, dan pemerintah daerah dalam pendirian posko siaga banjir, pendistribusian bantuan logistik, serta pengamanan aset dan rumah warga yang ditinggalkan sementara akibat banjir.

Kehadiran aparat kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh proses penanganan darurat banjir di wilayah Kabupaten Lamongan berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan atensi penuh terhadap bencana banjir Bengawan Jero di Lamongan. Ia memastikan seluruh jajaran terkait, termasuk BPBD Jatim dan OPD teknis, telah diperintahkan untuk bersinergi dengan pemerintah kabupaten dalam penanganan darurat.

“Pemprov Jawa Timur hadir dan bergerak cepat bersama Pemkab Lamongan. Prioritas utama adalah keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta percepatan distribusi bantuan logistik,” tegas Khofifah.

Gubernur Jawa Timur itu juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melapor ke posko terdekat apabila membutuhkan bantuan evakuasi maupun layanan kesehatan.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!