Informasi-realita.net-Sidoarjo-Memasuki hari ke-16 Ramadhan 1447 H yang bertepatan dengan malam ke-17 atau malam Nuzulul Qur’an, semangat berbagi terus ditunjukkan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur.
Di bawah kepemimpinan dan punggawa kegiatan sosial Heru Satriyo, MAKI Jatim tetap konsisten menjalankan kegiatan berbagi takjil dan menebar kebaikan kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan 2026.
Momentum malam Nuzulul Qur’an yang menjadi peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW ini dimaknai sebagai pengingat bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, berbagi, serta menebarkan kebaikan kepada sesama.
Nilai-nilai itulah yang terus dipegang oleh MAKI Jatim dalam setiap kegiatan sosial yang dilakukan sepanjang Ramadhan.
Heru Satriyo menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil yang rutin dilakukan setiap hari merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan warga yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.
“Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Momentum malam Nuzulul Qur’an ini kami jadikan pengingat untuk terus menebar kebaikan. MAKI Jatim akan terus konsisten berbagi takjil dan membantu sesama sebagai wujud kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Heru Satriyo.
Meski kegiatan dilakukan hampir setiap hari selama Ramadhan, semangat para relawan dan pengurus MAKI Jatim tidak pernah surut. Justru di malam yang penuh kemuliaan ini, semangat berbagi semakin dikuatkan dengan harapan setiap kebaikan yang dilakukan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat luas.
Melalui kegiatan berbagi takjil dan aksi sosial lainnya, MAKI Jatim berharap nilai kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat ini.
Siapa yang tak mengenal Heru Satriyo.
Kiprahnya di dunia LSM sudah berlangsung lama. Dalam rekam jejaknya, ia dikenal sebagai sosok yang tegas, berani, dan lantang dalam menyikapi berbagai persoalan serta kasus-kasus yang ditangani oleh MAKI Jawa Timur. Ketegasan tersebut menjadikan namanya cukup dikenal dalam berbagai advokasi dan gerakan sosial di tengah masyarakat.
Namun di balik karakter tegasnya, Heru Satriyo juga dikenal sebagai sosok yang humble dan low profile. Arek Suroboyo asli ini hampir setiap tahun tidak pernah melewatkan bulan suci Ramadhan tanpa berbagi kepada sesama.
Bukan hanya kegiatan berbagi takjil setiap hari, Heru Satriyo juga konsisten memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, serta berbagi kepada para driver ojek online (ojol) di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.
Baginya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu mereka yang membutuhkan.
Sikap kepedulian tersebut menjadi wujud nyata nilai-nilai kemanusiaan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Sosok lelaki ini berusaha meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, yaitu penuh kasih kepada sesama, gemar berbagi, serta selalu hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai kegiatan sosial yang digagasnya bersama MAKI Jatim, Heru Satriyo berharap semangat berbagi dan kepedulian dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. (Red)



