Informasi-realita.net-Sidoarjo-Di tengah padatnya aktivitas sebagai Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satrio menyempatkan diri meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga dengan mengajak tiga putrinya berlibur sederhana memancing di sebuah kolam di kawasan Kolam Pancing.
Momen yang tampak sederhana ini justru menjadi pengalaman berharga bagi ketiga putrinya, terlihat dari keceriaan dan tawa yang menghiasi kebersamaan mereka saat menikmati proses memancing hingga merasakan kegembiraan ketika mendapatkan ikan.
Kebersamaan itu menjadi potret hangat hubungan ayah dan anak yang penuh kasih, jauh dari hiruk pikuk kesibukan sehari-hari.
Bagi Heru Satrio, kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga bentuk perhatian dan upaya mempererat hubungan dengan anak-anak di tengah kesibukannya yang sangat padat. Ia ingin memberikan kenangan indah sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, serta arti penting hadir secara utuh untuk keluarga. Momen seperti inilah yang sering kali dirindukan, di mana waktu terasa lebih bermakna saat dihabiskan bersama orang-orang tercinta.
“Alhamdulillah, bisa ngajak anak-anak, walaupun hanya mancing saja,” ungkapnya penuh rasa syukur, menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu harus mewah, melainkan cukup dengan kebersamaan yang tulus dan penuh cinta.
Kebersamaan tersebut mencerminkan makna “keluarga cemara”, yakni keluarga yang hidup dalam kesederhanaan namun dipenuhi kehangatan, saling menyayangi, saling mendukung, dan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Layaknya pohon cemara yang kokoh dan tetap berdiri tegak dalam berbagai kondisi, keluarga menjadi tempat pulang yang menenangkan, tempat berbagi cerita, serta sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Di momen yang penuh kehangatan ini, Heru Satrio juga menyampaikan ucapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali fitri, diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan dalam setiap langkah ke depan.”
Ucapan tersebut sekaligus menjadi penutup dari kisah sederhana yang sarat makna, bahwa keluarga adalah harta paling berharga yang harus selalu dijaga dan disyukuri. (Red)



