Informasi-Realita.Net,SURABAYA – Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyempatkan diri menyapa sekaligus memberikan bantuan sosial (bansos) kepada para pengemudi ojek online (ojol) di sejumlah wilayah Kota Surabaya, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan secara langsung dengan menyambangi para pengemudi ojol di tiga lokasi, yakni kawasan Gayungan, Sukolilo, dan Simokerto.
Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes Surabaya tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berinteraksi secara akrab dengan para pengemudi. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para driver terlihat antusias dapat bertemu langsung dengan orang nomor satu di jajaran Polrestabes Surabaya tersebut.
Bahkan, sejumlah pengemudi perempuan atau srikandi ojol tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan momen bersama Kapolrestabes. Mereka tampak antusias meminta foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada komunitas ojol.
Kehadiran Kapolrestabes Surabaya di tengah para driver juga menjadi ruang komunikasi langsung antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya para pekerja sektor transportasi online yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.
Achmad Tito, Presidium Gerakan Rakyat Transportasi Online Jawa Timur (Geranats), yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolrestabes Surabaya atas kepeduliannya terhadap para pengemudi ojol.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolrestabes Surabaya yang sudah turun langsung dan menyapa teman-teman ojol. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat kami apresiasi,” ujar Tito.
Menurut Tito, kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara kepolisian dan komunitas pengemudi ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Surabaya.
Ia menilai para pengemudi ojol memiliki peran penting karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan kondisi jalanan setiap hari.
“Teman-teman ojol ini setiap hari berada di lapangan. Kami tentu berharap komunikasi dan sinergi seperti ini terus terjaga untuk bersama-sama menjaga kamtibmas Kota Surabaya,” katanya.
Tito juga menyebut terdapat sejumlah pengemudi ojol penyandang disabilitas yang turut menjadi bagian dari komunitas. Menurutnya, keberadaan mereka menunjukkan bahwa ekosistem transportasi online juga menjadi ruang bagi masyarakat dengan berbagai latar belakang untuk tetap produktif.
“Bahkan ada beberapa teman-teman ojol disabilitas yang juga ikut hadir. Mereka tetap bersemangat bekerja dan menjadi bagian dari komunitas,” jelasnya.
Di sisi lain, Tito menegaskan bahwa Geranats Jawa Timur tidak mengarahkan maupun mengajak anggotanya untuk mengikuti aksi di Jakarta.
Ia mengatakan, pihaknya memilih untuk tetap menjalankan aktivitas masing-masing, termasuk para pengemudi ojol yang tetap bekerja mencari nafkah di wilayah Jawa Timur.
“Intinya kami tidak ikut aksi di Jakarta. Teman-teman tetap narik, tetap bekerja, dan tetap menjalankan aktivitasnya masing-masing,” tegas Tito.
Ia menambahkan, Geranats memiliki anggota yang jumlahnya mencapai ribuan dan tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur.
Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut akan terus diarahkan pada kegiatan-kegiatan positif serta menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.
“Kami memiliki anggota ribuan yang tersebar di Jawa Timur. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kondusivitas dan keamanan di daerah masing-masing,” pungkasnya.
Kegiatan Kapolrestabes Surabaya bersama para pengemudi ojol tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain menjadi momentum penyaluran bantuan, pertemuan itu sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian dan komunitas ojol dalam menjaga keamanan serta ketertiban Kota Surabaya.


