Informasi-Realita.net,Batu – Rambu ” DILARANG MEROKOK ” terpampang jelas. Namun, sebuah foto yang diterima redaksi justru memperlihatkan seorang personel kepolisian lalu lintas berada di area SPBU dan menjadi sorotan publik.
Dalam foto tersebut tampak seorang personel berseragam lalu lintas dengan tulisan nama “ALVIN” pada rompinya. Tepat di belakangnya, terlihat jelas tanda larangan merokok yang terpasang di area SPBU.
Kondisi tersebut sontak menimbulkan pertanyaan. Untuk apa rambu larangan dipasang jika tidak dipatuhi? Terlebih, SPBU bukan tempat biasa. Sedikit saja kelalaian dapat berpotensi menimbulkan risiko keselamatan yang serius.
Informasi yang tertera pada foto menunjukkan lokasi berada di Jl. Raya Songgoriti No. 86, Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 13.50 WIB.
Jangan Hanya Masyarakat yang Diingatkan
Selama ini masyarakat kerap diingatkan untuk menaati berbagai aturan keselamatan di SPBU. Salah satunya adalah larangan merokok.
Karena itu, ketika seorang personel kepolisian justru menjadi sorotan terkait hal tersebut, publik tentu memiliki alasan untuk mempertanyakan konsistensi keteladanan aparat di lapangan.
Polisi memiliki peran penting sebagai contoh kedisiplinan. Ketika masyarakat diminta patuh terhadap aturan, tentu akan lebih kuat apabila aparat yang bertugas juga menunjukkan kepatuhan yang sama.
Kasat Lantas: Akan Kami Berikan Teguran
Menanggapi persoalan tersebut, Kasat Lantas AKP Matheus Jaka Iswantara, S.H., M.H. memberikan respons ketika dikonfirmasi oleh Direksi Media Informasi Realita.
“Baik Mas, terima kasih informasinya. Pastinya akan kami berikan teguran kepada yang bersangkutan setelah yang bersangkutan melaksanakan pengaturan lalu lintas dampak truk mogok tadi,” ujar AKP Matheus.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk respons resmi jajaran Satlantas atas informasi yang disampaikan media.
Dengan adanya rencana teguran tersebut, publik tentu berharap persoalan tidak berhenti sebatas teguran, tetapi menjadi evaluasi kedisiplinan bagi seluruh personel ketika menjalankan tugas maupun berada di fasilitas umum.
Kritik Bukan Berarti Membenci Polri
Direksi Media Informasi Realita menegaskan bahwa sorotan ini bukan bentuk kebencian terhadap Polri. Justru karena menghormati institusi Polri, kritik perlu disampaikan ketika ada hal yang patut menjadi perhatian.
Polri membutuhkan kepercayaan masyarakat. Dan kepercayaan itu salah satunya dibangun melalui sikap terbuka terhadap kritik, memberikan klarifikasi, serta menunjukkan bahwa setiap personel juga berada dalam koridor aturan dan kedisiplinan.
Jika masyarakat diminta menghormati rambu, aparat pun harus menjadi orang pertama yang menghormatinya. Sebab, keteladanan tidak cukup hanya disampaikan lewat imbauan—tetapi harus terlihat dalam tindakan.
Redaksi tetap memberikan ruang kepada pihak terkait apabila terdapat penjelasan atau klarifikasi tambahan mengenai foto dan peristiwa tersebut.


