INFORMASI-REALITA.NET,SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar khataman Al-Qur’an, doa bersama, serta santunan kepada 81 anak yatim dan yatim piatu di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian awal menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang akan diperingati pada 12 Oktober 2026.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Sejumlah rangkaian keagamaan digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk memohon keberkahan bagi perjalanan pembangunan Jawa Timur. Doa bersama juga ditujukan agar masyarakat Jawa Timur senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, kesehatan, serta kesejahteraan.
Selain mendoakan masyarakat Jawa Timur, doa juga dipanjatkan untuk para pahlawan nasional asal Jawa Timur yang telah berjasa bagi bangsa dan negara. Doa turut ditujukan kepada para gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur terdahulu yang telah wafat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an yang dibacakan oleh para hafizah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama. Gubernur Khofifah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta para tamu undangan.
Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 81 anak yatim dan yatim piatu. Anak-anak tersebut berjalan beriringan untuk menerima santunan yang diserahkan secara langsung oleh Gubernur Khofifah dan kemudian diikuti para kepala perangkat daerah Pemprov Jatim.
Jumlah 81 anak yang menerima santunan memiliki makna tersendiri karena disesuaikan dengan usia Provinsi Jawa Timur yang pada tahun ini memasuki usia ke-81. Pemberian santunan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap anak-anak yatim dan yatim piatu.
Bagi Khofifah, kehadiran anak-anak yatim dalam momentum Hari Jadi Jawa Timur bukan sekadar kegiatan sosial. Menurutnya, doa dari anak-anak yatim, para hafizah, dan para ustazah menjadi bagian penting dalam mengiringi berbagai ikhtiar pembangunan yang dilakukan pemerintah.
Khofifah mengatakan, pembangunan Jawa Timur harus berjalan beriringan antara kerja nyata dan doa. Menurutnya, keberkahan dalam pembangunan perlu terus diupayakan melalui berbagai ikhtiar yang dilakukan secara bersama-sama.
“Barokah itu harus dicari. Nah, ini adalah proses pencarian itu dengan ikhtiar-ikhtiar yang kita lakukan bersama,” kata Khofifah.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para ustazah, hafizah, pengasuh, serta pendamping anak yatim dan yatim piatu yang selama ini terus memberikan perhatian dan pendampingan. Khofifah berharap kebersamaan tersebut dapat terus dipelihara sehingga kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Jawa Timur.
Di hadapan anak-anak yatim dan yatim piatu yang hadir, Khofifah secara khusus meminta doa untuk Jawa Timur. Ia berharap provinsi tersebut senantiasa berada dalam kondisi aman dan damai serta masyarakatnya semakin sejahtera.
“Anak-anakku, doakan Jawa Timur manfaat barokah. Doakan Jawa Timur aman, doakan Jawa Timur damai, doakan Jawa Timur rakyatnya sejahtera,” pintanya.
Khofifah juga meminta doa agar seluruh pemimpin di Jawa Timur, khususnya jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah. Ia berharap para pemimpin senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Doakan seluruh pemimpin di Jawa Timur, terutama Pemprov, semuanya amanah, semuanya mendapat perlindungan Allah SWT. Semuanya selamat dunia, selamat akhirat, mulia dunia, mulia akhirat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyinggung tantangan pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan dan memperkuat sumber-sumber keuangan daerah. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kerja keras, inovasi, perencanaan yang matang, serta pengelolaan anggaran secara tepat.
Ia berharap doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar agar Jawa Timur diberikan kemudahan dalam menjalankan pembangunan, meningkatkan pendapatan daerah, serta mengelola anggaran secara efektif dan tepat sasaran.
“Sekarang ini meningkatkan pendapatan daerah tidak mudah. Tapi kalau doa para hafizah, doa para yatim, yatim piatu, insyaallah Allah beri kemudahan untuk mendapatkan APBD yang baik, pendapatan yang baik, sumber keuangan yang baik dan dibelanjakan dengan baik pula,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara bertanggung jawab agar setiap anggaran yang tersedia benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta seluruh elemen yang ada di Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk refleksi menjelang bertambahnya usia Provinsi Jawa Timur. Momentum Hari Jadi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Menjelang akhir acara, Gubernur Khofifah membagikan air zamzam serta kurma yang berasal dari Makkah dan Madinah kepada para tamu dan peserta yang hadir. Pemberian tersebut semakin melengkapi suasana kebersamaan dalam kegiatan yang memadukan nilai keagamaan, rasa syukur, kepedulian sosial, dan doa untuk masa depan Jawa Timur.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Jatim berharap semangat Hari Jadi ke-81 dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan, serta menjaga kebersamaan seluruh masyarakat dalam mendukung pembangunan Jawa Timur yang aman, damai, sejahtera, dan penuh keberkahan.


