Informasi-realita.net,Surabaya,Anggota DPRD Kota Surabaya Dyah Katarina, S.p.d,M.s.i Fraksi PDI Perjuangan Komisi D menggelar Jalin Asmara (Penjaringan aspirasi Masyarakat) masa sidang ke empat masa persidangan ketiga anggaran tahun 2023.
Kegiatan Jalin Asmara tersebut di adakan di Angkringan Segara Jalan Ciliwung no 52A Rt 012/005 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo pukul 12.00 wib.
Kegiatan tersebut dihadiri warga beserta Ketua RT 012 dan RT 011 juga dihadiri ketua rw 005 kelurahan darmo kecamatan wonokromo.

Di awal sambutan’nya, Dyah Katarina menyampaikan ucapan puji syukur atas nikmatnya, “Alhamdulillah 🙏 hari ini adalah hari ke empat kegiatan Reses untuk Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) ini digelar dan bertempat di wilayah keelurahan Darmo Surabaya, dengan antusiasme berpanas panasan, “sapanya.
Dan juga tak lupa dalam suasana lebaran saya mengucapkan minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin,saya mewakili warga atau masyarakat menyampaikan aspirasi panjenengan ke sidang rapat paripurna nantinya,saya bantu untuk mendorong permasalahan yang ada di tengah masyarakat.
“Banyak Kader Surabaya Hebat (KSH) kami temukan memanipulasi data di Aplikasi Sayang Warga tapi sayangnya hampir semua Kader Surabaya Hebat tidak ada keberanian untuk menyuarakan apa yang menjadi kendala nya saat menggunakan Aplikasi Sayang Warga (ASW) ,” ucap Dyah Katarina istri yang dikenal rama.
“Sebenarnya tidak bermaksud memanipulasi tetapi karena tidak faham dan kesulitan mengerjakan tugasnya, mereka memberikan laporan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada,” ungkapnya.
Seperti, orang meninggal yang masih banyak terdata aktif,yang luar biasa adalah data balita stunting yang sudah tidak menjadi perhatian lagi, dan banyak data balita stunting yang dihilangkan.
“Bayangkan, 27ribu kader melakukan satu saja kesalahan, sudah ada 27ribu kesalahan,”tegasnya“
Harus ada evaluasi kinerja KSH secara bertahap dari Pemerintah Kota Surabaya, Kalau bisa, semua kader harus melalui sertifikasi kelayakan,dan ada pelatihan tata cara menggunakan aplikasi sayang warga (asw) ” harapnya.
Di sesi tanya jawab ada warga dari yang menanyakan terkait ada sekolah Pos Paud Terpadu Ceria, yang ditutup sementara karena alasan “murid yang menempuh pendidikan disitu hanya berjumlah 2 murid saja”, hal ini bukanlah permasalahan yang kecil bu Dyah selaku Ketua Paguyuban Paud Kota Surabaya menyayangkan hal ini bisa terjadi,mau bagaimanapun harus tetap buka Pos Paud Terpadu di setiap RW.
Dyah Katarina menegaskan setiap permasalahan yang ada di masyarakat saya akan bantu sampaikan ke Pemerintah Kota Surabaya melalui sidang paripurna nanti, jangan pernah takut untuk semua warga menyuarakan aspirasi njenengan,tutupnya sembari mengajak foto warga Kelurahan Darmo. (dita)

