Minggu, April 26, 2026
Google search engine
الرئيسيةCuplikan Kota“Jeritan Jember Selatan Bersatu: Tuntut Keadilan, Pekerjaan untuk Putra Daerah, dan Tanggung...

“Jeritan Jember Selatan Bersatu: Tuntut Keadilan, Pekerjaan untuk Putra Daerah, dan Tanggung Jawab IMASCO”

Informasi-realita.net-Jember — Ratusan warga yang tergabung dalam gerakan Jember Selatan Bersatu menggelar konsolidasi bertajuk “Memahami Bersama, Mencari Solusi” di Jalan Sadengan, Puger, Kabupaten Jember, Minggu (26/04/2026).

 

Kegiatan ini menjadi titik temu berbagai elemen masyarakat yang selama ini terdampak aktivitas perusahaan IMASCO. Hadir dalam forum tersebut Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo serta Ketua LSM Laskar Jahanam Dwi Agus Budianto. Kehadiran mereka memperkuat desakan warga agar persoalan yang terjadi tidak lagi diabaikan.

Dalam forum terbuka itu, suara warga menggema lantang.

 

Salah satu perwakilan warga menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap IMASCO yang dinilai tidak serius menepati janji kepada masyarakat terdampak. Ia mengungkapkan bahwa dalam radius sekitar 2 kilometer dari area perusahaan, telah terjadi berbagai kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

 

“Banyak sekali janji dari IMASCO, tapi realitanya nihil. Kecelakaan terus terjadi. Bahkan hari ini, warga kembali meninggal dunia akibat terlindas kontainer yang diduga terkait aktivitas perusahaan. Kami hanya menuntut keadilan,” ujarnya tegas.

 

Kemarahan warga semakin memuncak saat membahas nilai santunan yang dianggap tidak manusiawi.

 

“Ganti rugi nyawa hanya Rp10 juta, itu uang apa? Nyawa manusia dihargai sangat rendah. Ini jelas melukai rasa keadilan kami,” tambahnya.

 

Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, menegaskan bahwa pihaknya akan berdiri bersama masyarakat untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas. Ia menyebut persoalan ini bukan sekadar santunan, melainkan menyangkut tanggung jawab hukum dan moral perusahaan.

 

“Ini bukan sekadar persoalan santunan, tapi menyangkut nyawa manusia. Kami melihat ada indikasi kelalaian serius yang harus diusut. MAKI Jatim akan mendorong audit menyeluruh terhadap operasional IMASCO dan membuka ruang pelaporan hukum jika ditemukan pelanggaran,” tegasnya.

 

Heru juga mengungkapkan adanya perubahan mekanisme penyaluran CSR.

 

“CSR ke depan akan diberikan langsung ke paguyuban desa terdampak, bukan lagi melalui kepala desa. IMASCO sudah mengakui bahwa penyaluran sebelumnya salah sasaran,” ungkapnya.

 

Selain itu, MAKI Jatim akan membentuk tim khusus untuk meneliti dampak lingkungan yang ditimbulkan perusahaan.

 

“Kami akan datangkan tim ahli untuk meneliti apakah abu dari IMASCO berdampak pada tembakau, serta memastikan ada atau tidaknya limbah yang mencemari laut,” jelas Heru.

 

Ia juga menyoroti kebijakan penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Kenapa bantuan justru diberikan ke SMK yang sudah punya Dana BOS? Mengapa tidak ke SD, SMP, atau TK? Banyak anak tidak sekolah karena tidak punya uang saku, bahkan sampai libur tiga hari,” kritiknya.

 

Dalam pernyataan tegas, Heru menyebut akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, termasuk dugaan keterlibatan aparatur desa.

 

“Saya akan seret lima kepala desa. Senin akan saya masukkan laporannya, dan kami dorong agar Rabu sudah ada pemanggilan dari Polda Jatim,” tegasnya.

 

Dari sisi lain, warga juga menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal.

“Tercatat katanya ada 320 warga bekerja di IMASCO, tapi itu bohong. Banyak putra daerah yang masih menganggur. Percuma ada IMASCO kalau masyarakat tidak dilibatkan,” teriak salah satu warga dalam forum.

 

Suasana semakin menggelora saat orasi Ketua LSM Laskar Jahanam, Dwi Agus Budianto, membakar semangat persatuan.

“Merdeka! Merdeka! Kita harus bersatu! Tidak ada lagi kelompok ini atau itu. Kita semua satu — masyarakat yang menuntut keadilan!” serunya, disambut gemuruh massa.

 

Ia menegaskan bahwa perjuangan ini merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.

 

“Kita tidak boleh terpecah. Kalau ingin perubahan, kita harus bergerak bersama. Sejarah bangsa ini membuktikan, kemerdekaan lahir karena persatuan,” lanjutnya.

 

Konsolidasi ini menjadi penegas bahwa gerakan warga Jember Selatan kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan telah menyatu dalam satu suara: menuntut keadilan, transparansi, serta tanggung jawab nyata atas dampak yang mereka alami.(Dt)

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!