Google search engine
Google search engine
Informasi-RealitaBeritaPemuda Camplong Tantang Cek CCTV SPBU Camplong: Lihat Rekaman Jam 12 Malam,...

Pemuda Camplong Tantang Cek CCTV SPBU Camplong: Lihat Rekaman Jam 12 Malam, Ada Apa?

Informasi-Realita.Net, SAMPANG – Polemik penyaluran BBM bersubsidi di SPBU nomor lambung 54.692.06, Jalan Raya Camplong, Kecamatan Camplong,Kabupaten Sampang, kembali bergulir. Kali ini, perhatian tertuju pada mekanisme pengawasan penyaluran BBM kepada konsumen yang menggunakan jeriken.

Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, saat dikonfirmasi mengenai jumlah stok atau volume pengiriman BBM ke SPBU tersebut memberikan jawaban bahwa penyaluran kepada penerima rekomendasi disesuaikan dengan jumlah yang tercantum dalam surat rekomendasi.

“Tinggal disesuaikan saja nanti yang disalurkan berapa dari SPBU, disesuaikan dengan jumlah yang tercantum di surat rekomendasi,” ujar Ahad.

Selain mengenai jumlah penyaluran, Ahad juga dikonfirmasi terkait pengawasan melalui kamera pengawas atau CCTV. Ia menyebut Pertamina telah melakukan penyesuaian berdasarkan pemantauan CCTV.

“Sudah kami sesuaikan dengan pengecekan CCTV,” jelasnya.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan lebih lanjut mengenai sejauh mana pemantauan CCTV dilakukan, khususnya pada waktu-waktu yang menjadi perhatian masyarakat.

Saat dikonfirmasi apakah terdapat pemantauan melalui rekanan CCTV pada malam hari sekitar pukul 00.00 WIB, termasuk bagaimana mekanisme pengecekan dan pencocokan aktivitas pengisian BBM pada jam tersebut, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban lebih lanjut dari pihak Pertamina.

Padahal, pemantauan pada waktu tersebut dinilai penting untuk menjawab informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan adanya aktivitas pengambilan BBM bersubsidi menggunakan jeriken dalam jumlah tertentu pada malam hari antara jam 00:00 Wib sampai jam 03:00 Wib.

Pemuda Camplong, Malik, sebelumnya meminta agar aktivitas di SPBU tersebut tidak hanya dipantau pada siang hari.

Menurutnya, apabila Pertamina menyatakan pengawasan telah dilakukan melalui CCTV, maka pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap rekaman pada waktu yang dipersoalkan masyarakat.

“Kalau memang CCTV sudah dicek, kami tantang untuk dicek juga rekaman sekitar jam 12 malam. Lihat siapa yang datang, kendaraan apa yang digunakan, berapa kali pengisian dilakukan dan apakah ada pengisian menggunakan jeriken,” tegas Malik.

Ia mengatakan, pemeriksaan CCTV dapat menjadi salah satu cara untuk menjernihkan informasi yang berkembang sekaligus memastikan apakah aktivitas penyaluran BBM subsidi telah sesuai dengan rekomendasi yang dimiliki penerima.

“Kalau semuanya sesuai aturan, justru bagus. Rekaman CCTV bisa menjadi bukti bahwa penyaluran memang sesuai rekomendasi. Tapi kalau ada yang tidak sesuai, tentu harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Malik juga mempertanyakan transparansi mengenai jumlah rekomendasi dan kuota BBM yang disalurkan di SPBU tersebut.

“Pertamina sudah mengatakan penyaluran disesuaikan dengan surat rekomendasi. Sekarang tinggal dibuktikan. Berapa rekomendasinya, berapa kuotanya, kapan pengisiannya, dan apakah jumlah yang keluar dari SPBU benar-benar sesuai, atau jangan-jangan ada tambahan kuota yang diselundupkan berdasarkan dugaan kesepakatan anatan pihak Pertamina dan pihak pelaku lainya” katanya.

Ia meminta aparat kepolisian bersama Pertamina tidak hanya mengandalkan keterangan administratif, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap aktivitas SPBU, termasuk rekaman CCTV.

“Jangan hanya mengatakan sudah sesuai aturan. Masyarakat juga berhak mendapatkan kepastian. Kalau perlu cek CCTV malam hari, terutama sekitar pukul 00.00 WIB. Dari situ bisa dilihat aktivitas sebenarnya,” pungkas Malik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina telah menjelaskan bahwa penyaluran BBM kepada penerima rekomendasi disesuaikan dengan jumlah dalam surat rekomendasi dan menyebut pengecekan CCTV telah dilakukan. Namun, pertanyaan spesifik mengenai pemantauan melalui rekanan CCTV pada sekitar pukul 00.00 WIB masih belum mendapatkan jawaban.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!