Informasi-Realita.net, BLITAR||
Polres Blitar Kota melaksanakan konferensi pers terkait kasus pembuangan bayi yang dilakukan tersangka Riyanto (45) yang juga suami Kepala Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi bersama pasangan selingkuhnya, Widayanti (30). Kedua tersangka tersebut terancam hukuman 15 tahun penjara.
Polres Blitar Kota menangani kasus ini setelah menerima pelimpahan kasus dari Polres Tulungagung.
Riyanto dianggap telah menelantarkan bayi dari hasil hubungan terlarangnya dengan Widayanti. Bayi yang lahir secara prematur karena ada upaya pengguguran kandungan itu akhirnya meninggal dunia.
“Yang bersangkutan, kami kenakan pasal 80 ayat 3 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono, saat Konferensi Pers kasus itu, pada Sabtu (1/4) sore.
Kasus bermula ketika Polres Tulungagung menerima laporan soal penemuan bayi di wilayah Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Penemu pertama kali, yaitu, Riyanto, yang tak lain ayah dari bayi itu sendiri.
“Karena panik, tersangka R menyampaikan seolah-olah menemukan bayi dan kemudian dibawa ke Puskesmas. Padahal, itu bayi R sendiri dari hasil hubungan dengan W,” ujarnya.
AKBP Argowiyono menceritakan, kronologi kasus itu berawal pada Oktober 2022 ketika Widayanti mengetahui dirinya hamil.
Widayanti hamil setelah menjalin hubungan terlarang dengan Riyanto sejak 2018.
“Ketika usia kandungan tujuh bulan, R meminta W menggugurkan kandungannya. Karena R sudah berkeluarga,” katanya.
Kemudian, Riyanto membeli obat-obatan lewat online untuk menggugurkan kandungan Widayanti. Setelah delapan kali meminum obat tersebut, Widayanti mengalami keguguran.
“Saat baru lahir, bayi masih hidup. Tapi setelah dibawa ke Puskesmas dan karena kondisinya prematur, akhirnya bayi meninggal dunia,” ujarnya.
Riyanto yang saat itu dihubungi oleh pasangan selingkuhnya mengaku panik setelah diberitahu bahwa bayinya sudah lahir.
Selanjutnya, ia membawa bayi ke Ngantru, Tulungagung dengan memasukkan bayi kedalam kardus dan membuat cerita rekayasa seolah-olah menemukan bayi.
“Saya panik, saat baru lahir bayi masih hidup. Hubungan dengan Widayanti Istri tidak tahu,” katanya.
(Anto/Hms Resta)



