Informasi-Realita.net, BLITAR||
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar yang membidangi pengawasan, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pembangunan gedung ICU RSUD Ngudi Waluyo dan diikuti beberapa awak media, pada Rabu (09/08) siang.
Dari situ, ada beberapa saran dan juga koreksi yang harus cepat dilaksanakan oleh pelaksana proyek. Salah satunya segera dilakukan penambahan tenaga kerja agar pekerjaan nantinya tepat waktu.
“Tadi kita sampaikan, harus ada penambahan tenaga kerja lagi untuk mengejar progres. Sehingga, di akhir tahun ini bisa selesai tepat waktu,” kata salah satu Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Andika kepada awak media
Selain itu, banyak yang dipermasalahkan dalam tinjauan DPRD Kabupaten Blitar. Diantaranya penambahan kelengkapan safety Lingkungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (LK3) berupa rompi, helm dan sepatu, agar keselamatan kerja dapat terjaga. “Safety itu tidak hanya di helm, tetapi juga ada rompi, sepatu dan lain-lain”, imbuhnya.
Bukan hanya itu saja, sidak pembangunan gedung ICU senilai Rp 27 miliar itu terdapat beberapa bagian struktur yang keropos, juga ada beberapa kesalahan seperti penggunaan alat pemadat adukan yang kurang optimal. Tiang beton penyangga yang miring, juga tiang beton di bungkus plastik yang setelah di buka ternyata cor beton keropos yang di tambal dengan alasan mengurangi pemuaian.
“Jikalau kolom-kolom pusatnya keropos, maka otomatis mengurangi kekuatan kolom tersebut, apalagi bangunan direncanakan empat lantai,” tandasnya.
Masih menurut Andika, selain mutu dan kualitas pekerjaan yang belum maksimal, karena kurangnya tenaga kerja dalam pengerjaan proyek sebesar ini seharusnya melibatkan minimal 70 orang dan hanya dikerjakan oleh 35 orang.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto meminta dalam pelaksanaan proyek tersebut untuk menambah tenaga kerja, karena dari hasil capaian kinerjanya ditengarai sangat jauh dari harapan.
“Harapannya, pembangunan gedung itu bisa selesai di akhir tahun, juga terkait mutu dan kualitas, seperti cor kolom yang keropos”, ujarnya usai rapat dengan pihak rumah sakit dan pengawas serta pelaksana.
Dari pihak pelaksana, lanjut Sugianto mengungkapkan, nantinya jika umur beton sudah cukup, maka akan diambil test oleh pengawas.
Ditambahkannya, dalam waktu 1 sampai 2 minggu ke depan pihaknya juga akan meninjau kembali pembangunan gedung tersebut.
“Tadi sudah menyampaikan dalam rapat, untuk mempersiapkan RAB dan gambar supaya lebih spesifik dalam mengawasi kegiatan pembangunan ini,” pungkasnya.
Dikesempatan yang sama, Rudi, selaku Site Manager (SM) atau pembantu Project Manager (PM) saat dikonfirmasi awak media menuturkan sangat berterimakasih atas saran-saran yang telah disampaikan, dan segera ditindaklanjuti untuk dilakukan pembenahan lebih baik.
“Insyaallah tepat waktu. Sebab, habis masa kontrak kita Desember 2024. Sedangkan terkait hal-hal lain akan segera kita koordinasikan dengan kantor pusat. Intinya semua saran-saran yang disampaikan segera dilakukan. Baik itu ketepatan waktu, kualitas, dikerjakan sesuai rencana anggaran belanja (RAB) dalam kontrak”, ujarnya.
Sebagai informasi, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, di Kabupaten Blitar. Utamanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelontorkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 27 miliar untuk pembangunan gedung ICU (intensive care unit) dengan harapan, ke depan pasien segera mendapatkan tindakan medis yang cepat dan nyaman.
(Ati)



