Jumat, April 17, 2026
Google search engine
الرئيسيةCuplikan KotaKhofifah: SMK Jawa Timur Harus Siap Kerja, Siap Wirausaha, dan Siap Jadi...

Khofifah: SMK Jawa Timur Harus Siap Kerja, Siap Wirausaha, dan Siap Jadi Role Model Nasional

Informasi-realita.net-Surabaya-Expo & Expose SMK Jawa Timur 2026 menjadi momentum strategis dalam penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur. Ajang yang mempertemukan ratusan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri ini bukan sekadar pameran karya, melainkan ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif dan berdaya saing global.

 

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) oleh Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si, M.Ak, dalam sambutanya bahwa Expo ini adalah panggung pembuktian kualitas SMK Jawa Timur. Menurutnya, pendidikan vokasi harus diukur dari tingkat keterterimaan lulusan di dunia kerja.

 

“Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi adalah employability. Ending dari seluruh proses pendidikan vokatif adalah seberapa kuat lulusan kita diterima dan berkontribusi di dunia kerja serta dunia industri,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi perkembangan teaching factory dan teaching industry di berbagai SMK Jawa Timur yang dinilainya sangat kompetitif.

 

Bahkan, berdasarkan pengalamannya turun langsung ke sekolah-sekolah, kualitas praktik dan produksi siswa SMK disebut tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri strategis.

 

Pemerintah pusat, lanjutnya, terus memberikan dukungan konkret terhadap transformasi SMK di Jawa Timur. Pada tahun 2025, sebanyak 472 SMK menerima bantuan dengan total anggaran Rp430 miliar untuk program revitalisasi, digitalisasi, serta penguatan kemitraan industri.

 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa SMK memiliki peran sentral dalam menyiapkan generasi unggul sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.

 

“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak SMK Jawa Timur tidak hanya lulus, tetapi langsung siap kerja, siap berwirausaha, bahkan siap menciptakan lapangan pekerjaan. SMK harus menjadi solusi atas kebutuhan industri dan tantangan masa depan,” ujar Khofifah.

 

Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan.

 

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa kemitraan yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan industri, kita tidak akan mampu menghadirkan pendidikan yang relevan.

 

Penandatanganan MoU hari ini harus kita maknai sebagai komitmen bersama untuk membuka lebih banyak peluang bagi lulusan SMK,” tambahnya.

 

Khofifah optimistis, dengan jumlah SMK dan peserta didik yang besar, Jawa Timur memiliki potensi kuat menjadi model nasional pendidikan vokasi.

 

“Jawa Timur harus menjadi role model nasional. Kita punya SDM, jejaring industri, dan semangat inovasi. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas, konsistensi, dan keberlanjutannya,” tegasnya.

 

Kegiatan Closing Expo & Expose SMK Jawa Timur 2026 tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur dan digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kota Surabaya, pada Jumat sore (14/02/2026).

 

Expo ini pun ditutup dengan optimisme besar. Kegiatan tersebut tidak dimaknai sebagai akhir dari rangkaian agenda, melainkan sebagai pembuka akses menuju masa depan yang lebih luas bagi para siswa SMK — masa depan yang terhubung langsung dengan industri, teknologi, dan kebutuhan riil dunia kerja.(Dit)

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!