Selasa, April 28, 2026
Google search engine
الرئيسيةCuplikan KotaCandirejo Jadi Barometer: DPR RI Pastikan Stok Beras Cukup Hingga 13 Bulan

Candirejo Jadi Barometer: DPR RI Pastikan Stok Beras Cukup Hingga 13 Bulan

Informasi-Realita.net,Nganjuk — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, melakukan inspeksi langsung ke Gudang Perum Bulog Candirejo, Nganjuk, Senin (27/4/2026), dengan pendekatan yang tak sekadar seremonial, melainkan berbasis pengecekan faktual di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya menerima paparan, tetapi menelusuri langsung kondisi fisik gudang, kualitas beras, hingga mencocokkan data stok dan distribusi. Dari hasil peninjauan, Bimantoro memastikan bahwa beras yang tersimpan masih dalam kondisi layak konsumsi dan terjaga mutunya.

“Yang kita pastikan bukan hanya jumlah, tetapi juga kualitas dan kelancaran distribusi. Dari hasil pengecekan, semuanya berjalan baik dan terkendali,” ujarnya.

Data di lapangan menunjukkan stok beras di gudang Candirejo mencapai 103.150 ton. Angka ini dinilai cukup signifikan karena mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat hingga lebih dari satu tahun ke depan, tepatnya sekitar 12 hingga 13 bulan.

Menurut Bimantoro, kondisi ini mencerminkan rantai pasok pangan yang sedang bekerja optimal, mulai dari petani hingga penyimpanan. Bahkan, tingginya volume stok membuat kapasitas gudang eksisting tidak lagi mencukupi.

“Gudang sampai penuh dan perlu tambahan sewa, ini indikator bahwa penyerapan gabah petani berjalan maksimal. Artinya, produksi dan distribusi sama-sama hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menyebut kunjungan ini sebagai bentuk kontrol langsung yang penting dalam menjaga stabilitas pangan.

Ia mengungkapkan, total penyerapan gabah di wilayah Kediri dan Nganjuk telah mencapai 88.759,140 ton atau setara dengan 45.400,300 ton beras. Dengan capaian tersebut, seluruh gudang Bulog di bawah Cabang Kediri kini berada dalam kondisi penuh.

“Ini menjadi tantangan sekaligus capaian. Kami harus menambah gudang sewa agar penyerapan tetap berjalan tanpa hambatan,” jelasnya.

Di tingkat nasional, cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog disebut telah melampaui lima juta ton. Angka ini memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika global.

Bimantoro menekankan, kekuatan pangan nasional tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh kesiapan daerah.

“Kalau daerah seperti Kediri dan Nganjuk kuat, maka nasional ikut kuat. Fondasi ketahanan pangan itu dibangun dari bawah,” ujarnya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi penanda bahwa pengawasan sektor pangan kini tidak hanya berbasis laporan administratif, tetapi juga verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan program swasembada pangan benar-benar berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

RELATED ARTICLES

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright Content !!